UNGARAN – Komplotan begal bersenjata api dan bersajam beraksi di Jalan desa Ujung-ujung tepatnya di Dusun Karang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Dalam aksinya, pelaku yang berjumlah 6 orang dengan mengendarai 2 sepeda motor berhasil membawa kabur Honda Vario H 6561 ZL milik Rika Lestari, 33, warga Dusun Gondang Sari, Desa Regunung, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Korban tidak berani melawan, karena pelaku mengacungkan sajam dan senjata api sejis senapan angin.

Informasi yang berhasil dihimpun, insiden ini bermula ketika korban hendak pulang ke rumah. Seperti biasanya korban melintas di jalan Dusun Karang, Desa Ujung-ujung Kecamatan Pabelan. “Kondisi jalan sepi, karena lewat di pinggiran persawahan dan kebun milik warga,” kata korban Rika.

Sampai di tengah jalan, korban kaget karena dihentikan paksa enam orang berboncengan dua sepeda motor. Sebelum korban bertanya, dua pelaku menodongkan senapan angin dan seorang pelaku langsung menghunus parang lalu ditempelkan ke leher korban. Pelaku meminta korban menyerahkan sepeda motor Honda Vario warna hitam miliknya lengkap dengan STNK. “Pelakunya enam orang bawa senjata parang dan senapan angin. Saya tidak berani melawan karena mereka bawa senjata dan ujung parang sudah ditempelkan ke leher saya,” imbuhnya.

Korban yang seorang diripun akhirnya hanya bisa pasarah dan tidak berani melawan. Apalagi saat bersamaan kondisi sangat sepi dan tidak ada orang yang melintas. Dengan mudahnya, pelaku mengambil kendaraan beserta dengan STNK.

Saat pelaku sudah kabur, korban baru berani mencari pertolongan pada warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Sejumlah warga berupaya mengejar komplotan begal tersebut, namun warga kehilangan jejak. Korban selanjutnya melaporkan kasus tersebut di Mapolsek Pabelan. Hingga saat ini Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan tersebut.

Kasubag Humas Polres Semarang, AKP Endang Suprobo mengatakan, kasus tersebut hingga saat ini masih dalam penyelidikan polisi. “Korban sudah melapor, saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata nya. (tyo/fth)