WAKILI SEMARANG: Para pemain SMA Negeri 11 Semarang, berselebrasi setelah mengalahkan SMA 14 di Final Lipio SMA se-Kota Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
WAKILI SEMARANG: Para pemain SMA Negeri 11 Semarang, berselebrasi setelah mengalahkan SMA 14 di Final Lipio SMA se-Kota Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Laga final Liga Pendidikan Indonesia (Lipio) Semarang SMA tingkat Kota Semarang antara SMA 11 dan SMA 14 Semarang di Stadion Citarum, berlangsung seru dan menegangkan. SMA 11 akhirnya tampil sebagai juara lewat drama adu penalti.

Kemenangan SMA 11 cukup dramatis. Baru tiga menit laga berjalan, SMA 11 tertinggal 0-1 setelah gelandang SMA 14 Madrid mencuri gol memanfaatkan serangan balik. Tertinggal, semangat punggawa SMA 11 terbakar. Strategi mengurung pertahanan lawan diterapkan. Sementara SMA 14 langsung menarik semua pemain ke belakang dan tengah hingga menyisakan satu penyerang saja dan hanya counter attack. Meski begitu serangan balik SMA 14 cukup membahayakan, tapi Fallah kiper utama SMA 11 mampu menjaga gawangnya dengan baik.

Hingga turun minum, skor 1-0 masih belum berubah. Setelah mendapat instruksi dari pelatih, SMA 11 tampil makin garang di babak kedua. Alvin sukses menjebol gawang lawan dengan tendangan lemah yang meleset ditangkap kiper SMA 14 di menit 46. Kedudukan imbang membuat laga makin seru. Namun kengototan kedua tim tidak mengubah hingga menit terakhir, sehingga kemenangan harus ditentukan lewat adu tendangan penalti.

Algojo pertama SMA 14 Elang tidak bisa memanfaatkan kesempatan. Tendangannya yang mengarah di sudut gawang berhasil ditepis Fallah. Namun setelah menerima tendangan ketiga, Fallah sempat mengalami cedera di kaki kanannya. Ini membuat kubu SMA 11 was-was mengingat pelatih terlanjur memilih Fallah sebagai penembak terakhir yang menjadi penentuan kemenangan. Meski sempat tertatih, toh tembakannya berhasil bersarang di gawang yang dijaga Lulut.

Hasil itu membuat SMA 11 berhak mendapatkan trofi juara dan uang pembinaan Rp 5 juta dan SMA 14 Rp 4 juta. Sementara podium ketiga diisi juara Lipio Semarang tahun lalu, SMA Terang Bangsa yang berhak mendapatkan hadiah trofi dan uang pembinaan Rp 3 juta.

Hasil ini membuat pelatih SMA 11 Mudjo cukup bahagia. Pasalnya, dia sempat pesimistis lantaran pemain andalannya, Kevin Siegers harus mengikuti seleksi Manchaster United di Inggris. Absennya pemain tengah itu memang cukup mengurangi suplai bola untuk diolah striker. “Kami tidak bisa tampil full team karena salah satu pemain andalan kami Kevin harus terbang ke Inggris. Untung anak-anak lain tampil bagus,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disospora) Kota Semarang Gurun Risyad Moko mengaku akan mengawal latihan tim sepakbola SMA 11 agar tampil maksimal mewakili Kota Semarang di laga antara provinsi tersebut. (amh/smu)