TERGULING: Truk tangki bernopol B 9550 BEH terguling di parit sawah Jalan Lingkar Arteri Kaliwungu, Jumat (8/5) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGULING: Truk tangki bernopol B 9550 BEH terguling di parit sawah Jalan Lingkar Arteri Kaliwungu, Jumat (8/5) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGULING: Truk tangki bernopol B 9550 BEH terguling di parit sawah Jalan Lingkar Arteri Kaliwungu, Jumat (8/5) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Sebuah truk tangki gandeng bermuatan bahan kimia terguling di jalur Pantura Kendal, tepatnya di Jalan Lingkar Arteri Kaliwungu, Jumat (8/5). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. Namun evakuasi memakan waktu lama lantaran harus memindahkan muatan tangki berupa bahan kimia ke tangki lain.

Salah seorang saksi mata, Sarmin, 45, mengatakan, kejadian bermula saat dua sopir truk bertikai. Dua truk itu melaju dari arah barat menuju ke Kota Semarang. Saat sampai di lokasi kedua sopir memberhentikan kendaraan masing-masing secara mendadak.

“Saya lihat dari jauh, dua sopir itu saling adu mulut. Entah masalahnya apa saya kurang tahu. Saya sendiri juga tidak melihat pelat nomor truk yang dikendarai dua sopir tersebut,” ujar Sarmin kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Di belakang dua truk itu, melaju kencang truk tangki bernopol B 9550 BEH yang disopiri YB Mulyono. Melihat dua truk di depannya berhenti mendadak, Mulyono diduga kaget. Lalu ia mencoba menginjak rem namun tidak sampai. Sopir tangki itu pun membanting kemudinya ke kiri, hingga menabrak bantaran parit dan terguling ke sawah bekas tambak.

Mulyono mengakui, jika dirinya mengerem mendadak lantaran ada dua truk di depannya yang berhenti tiba-tiba.
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Kendal yang mengetahui kejadian tersebut langsung menuju lokasi kejadian. Petugas memeriksa sejumlah saksi mata dan dan meminta keterangan sopir truk tangki.

Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko melalui Kanit Laka Polres Kendal Iptu Agus Supriyadi mengatakan, evakuasi truk tangki tersebut menunggu muatan dipindahkan ke tangki lainnya. “Harus disedot dulu isi tangki baru bisa dilakukan evakuasi bangkai truk,” katanya. (bud/aro)