KREATIF: Umar Izzul Islami yang kuliah sambil berbisnis. (RICKY DOUGLAS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Umar Izzul Islami yang kuliah sambil berbisnis. (RICKY DOUGLAS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Umar Izzul Islami tak hanya kuliah. Namun ia juga menekuni bisnis es krim. Awalnya hanya di gerobak, kini berkembang menjadi kedai es krim. Seperti apa?

RICKY DOUGLAS

SAAT ini, Umar Izzul Islami tercatat sebagai mahasiswa semester VI jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro (Undip). Umar –sapaan akrabnya-termasuk mahasiswa kreatif. Selain sibuk kuliah, Umar juga menekuni bisnis.

Ia menyadari, saat ini setiap generasi muda dituntut kreatif. Apalagi lapangan kerja sekarang semakin terbatas. Karena itu, saat masih kuliah, Umar sudah mempersiapkan diri dalam menyongsong dunia kerja dengan merintis wirausaha.

”Apalagi akhir tahun 2015 ini kan memasuki pasar bebas ASEAN. Karena itu, kita harus pandai bersaing biar tidak tertinggal dengan negara lain. Jangan takut memulai bisnis, lihat dahulu pangsa pasarnya. Saya rasa orang-orang Indonesia itu kreatif dan inovatif semua, hanya tinggal diperbaiki marketingnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang belum lama ini.

Pemuda kelahiran Manado 6 Februari 1994 ini merintis wirausaha sesuai kesukaannya menyantap es krim. Ia mengusung es krim dengan nama brand Fellas.

”Saya suka bisnis sejak baca salah satu buku marketing. Awalnya saya hanya buka lapak di PKM Undip. Lalu ikut bazar-bazar kampus. Kini saya membuka kedai es cream and drink di Jalan Timoho II, Bulusan, Tembalang,” katanya.

Cowok berkacamata dengan kulit yang sawo matang ini menjelaskan, nama Fellas merupakan usulan dari teman-teman dekatnya. ”Jadi, usaha ini memang mengusung konsep kehangatan sebuah pertemanan,” ucapnya.

Bisnis itu dirintis sejak September 2014. Adapun menu yang ditawarkan antara lain roti bakar es cream, es cream cup, es cream corn, taro, milkshake, dan sebagainya.

Meski belum setahun buka usaha, namun bisnis es krimnya semakin berkembang. Hasilnya pun tidak kecil. Selain bisa menabung, Umar juga bisa membiayai kuliahnya dari hasilnya berbisnis tersebut. Selain itu, usahanya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Ditanya kendala dalam berbisnis, Umar menyebut semakin banyaknya pesaing dengan bisnis serupa. ”Karena itu, kita harus punya banyak inovasi dan marketing yang bagus. Sebenarnya itu semua saya anggap sebagai tantangan bukan kendala,” ungkap pemuda murah senyum ini. (*/aro/ce1)