PETERONGAN – Dinas Pasar Kota Semarang memastikan pembangunan fisik Pasar Peterongan on schedule alias sesuai jadwal. Yakni pada bulan Mei 2015. Saat ini dinas yang dikepalai Trijoto Sardjoko itu telah mempersiapkan pengundian lapak pedagang di penampungan sementara. Dinas tidak akan memberi toleransi pedagang yang ingin pindah ke tempat relokasi setelah Lebaran.

”Pembangunan Pasar Peterongan tetap akan dikerjakan sebelum Lebaran. Rencana tersebut sudah sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.Tidak mungkin bisa ditunda. Kalau dikerjakan setelah Lebaran nantinya bakal molor. Jadi pembangunan akan tetap dilakukan pada bulan Mei 2015,” tegasnya, kemarin (28/4).

Diketahui, revitalisasi Pasar Peterongan ini dianggarkan melalui APBD 2015 senilai Rp 35 miliar termasuk untuk pembangunan lapak sementara pedagang. ”Pembangunan lapak sementara sudah jadi, tinggal ditempati. Kita segera adakan pengundian tempat. Akhir April ini harus sudah ditempati,” terangnya.

Proses pembangunan Pasar Peterongan memakan waktu 7 bulan. Diperkirakan akan selesai pada Desember 2015. Sekarang ini, anggaran proyek pembangunan sudah masuk lelang ULP. ”Setelah pedagang menempati lapak sementara, bangunan utama kita robohkan. Sehingga pemenang tender bisa langsung mengerjakan. Karena pembangunan Pasar Peterongan hanya satu tahun anggaran sehingga harus selesai tahun ini,” tegasnya.

Pihaknya menambahkan, Dinas Pasar juga terus melakukan sosialisasi pembangunan Pasar Peterongan. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan pihak pedagang membahas permasalahan waktu pemindahan tempat. ”Kami sudah bertemu dengan pedagang dan paguyuban membahas waktu pemindahan. Memang permintaan pedagang maunya pindah di bangunan sementara setelah Lebaran. Tapi itu tidak bisa. Tidak mungkin kalau pembangunan hanya 5 bulan saja. Khawatirnya malah tidak selesai,” jelasnya.

Bahkan, pihaknya serta pemenang tender bakal tersandung masalah, mengingat pembangunan Pasar Peterongan hanya satu masa anggaran saja. ”Kalau para pedagang minta pindah setelah Lebaran, maka saya yakin pembangunan Pasar Peterongan tidak akan selesai. Risikonya apabila kontraktor melaksanakan pembangunan tidak tepat waktu dan terlambat maka, kontraktor bisa di-blacklist,” imbuhnya.

Sementara, pendamping para pedagang, Sumarsono tetap meminta pembangunan Pasar Peterongan dilakukan setelah Lebaran. Menurut para pedagang, momen Lebaran sangat berarti untuk memperoleh pendapatan. ”Sebab, menjelang Lebaran merupakan bagian dari para pedagang memperoleh kesempatan bisa memanen mencari rezeki. Ibarat para pedagang bisa memanen hasilnya dari mremo selama dua bulan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)