TERANCAM MANGKRAK: Rumah pompa untuk mendukung polder banger di kawasan Kemijen, hingga kini belum bisa beroperasi, karena masih menunggu pengadaan mesin pompa dan pembangunan polder banger. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
TERANCAM MANGKRAK: Rumah pompa untuk mendukung polder banger di kawasan Kemijen, hingga kini belum bisa beroperasi, karena masih menunggu pengadaan mesin pompa dan pembangunan polder banger. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
TERANCAM MANGKRAK: Rumah pompa untuk mendukung polder banger di kawasan Kemijen, hingga kini belum bisa beroperasi, karena masih menunggu pengadaan mesin pompa dan pembangunan polder banger. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) Kota Semarang mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera melakukan penataan lahan yang disewa pemkot untuk pembangunan Polder Banger.

Selama ini aset PT KAI yang akan dijadikan Polder Banger masih berdiri permukiman warga. Jumlahnya sekitar 88 bangunan. Sosialisasi relokasi warga pun sudah dilakukan. Sebagian warga bersedia pindah, namun ada juga yang masih enggan pindah karena kompensasi yang diberikan belum sesuai.

Kepala Dinas PSDA ESDM Kota Semarang Nugroho Joko Purwanto menjelaskan, di tahun 2015 ini pemkot telah menganggarkan Rp 50 miliar untuk pembuatan polder Banger dan pengadaan mechanical electrical (ME) mesin pompa. ”Kita sudah koordinasi dengan institusi terkait sebelumnya, karena ini DED-nya sudah lama,” katanya.

Sampai bulan April ini progres yang sudah dilakukan PSDA ESDM adalah melelangkan ME. Sedangkan pembuatan Polder Banger rencananya baru masuk lelang pada akhir April ini. Dari Rp 50 miliar anggaran yang disediakan, sekitar Rp 20 miliar untuk ME dan Rp 30 miliar untuk pembuatan Polder Banger. ”Kita sudah koordinasi dengan pihak PT KAI, mungkin di bulan April ini ada tindak lanjut penanganan lahan. Karena sampai saat ini di atas lahan yang akan dijadikan Polder Banger masih berdiri sejumlah bangunan warga,” terang Nugroho.

Pihaknya mendorong agar PT KAI segera merelokasi warga. Paling tidak lelang pembangunan selesai, lahan tersebut sudah siap dikerjakan. ”Kita lelang (pembangunan polder), PT KAI lakukan penataan. Setelah selesai lelang bisa dikerjakan,” tandasnya. Diharapkan setelah pompa dan Polder Banger ini berfungsi, bisa mengatasi banjir di wilayah Kemijen hingga Citarum.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto mengakui jika proses pembangunan Polder Banger sudah cukup lama. Persoalan yang melingkupinya juga cukup kompleks. Karenanya, pihaknya berharap agar proses pembangunan polder ini dipercepat. Dengan demikian warga di bagian timur dan utara kota, tidak lagi kebanjiran ataupun rob. ”Kasihan warga. Sudah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan polder ini,” tukasnya.

Politisi PAN ini berharap Dinas PSDA ESDM lebih serius dalam mempercepat proses pembangunannya. Koordinasi dengan Pemprov Jateng dan pemerintah pusat diharapkannya dapat ditingkatkan agar realisasi polder ini segera terwujud. (zal/ce1)