Bambang Wuryanto. (Jawa Pos Radar Semarang)
Bambang Wuryanto. (Jawa Pos Radar Semarang)
Bambang Wuryanto. (Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Usai Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Bali, PDIP Jateng segera menggelar rapim (rapat pimpinan) dengan agenda utama membahas pilkada serentak Desember mendatang. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut perlu segera melakukan itu guna menindaklanjuti pesan khusus Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada kongres.

”Agenda rapim adalah untuk melihat dan memastikan peta kekuatan PDIP di 21 daerah yang akan menggelar Pilkada. Sekaligus membahas soal figur calon serta target yang akan dibidik di masing-masing daerah,” kata Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto.

Menurut Bambang Pacul, panggilan akrabnya, pilkada serentak berbeda dengan pilkada sebelumnya. Sebab jika pada pilkada dulu konsentrasi terpusat di satu daerah, kini perhatian tersebar di 21 kabupaten/kota.

Bambang menambahkan, menghadapi pilkada, PDIP akan menggelar survei sebagai salah satu upaya untuk melihat kekuatan dan potensi calon PDIP dan calon yang akan bertarung. Bahkan, survei bisa dilakukan tidak hanya sekali, namun beberapa kali. ”Survei untuk pilkada bisa sebanyak tiga kali. Yaitu ketika start, pertengahan dan menjelang pilkada. Pada Pilgub Jateng 2013 lalu, PDIP Jateng juga menggelar survei lebih dari tiga kali,” tegasnya.

Di sisi lain, dia mengatakan, sejauh ini sudah ada sejumlah DPC sudah melakukan penjaringan calon dengan membuka pendaftaran bakal calon. Namun demikian, tidak semua DPC membuka pendaftaran untuk posisi kepala daerah dan sekaligus wakilnya. Ada juga beberapa daerah yang hanya membuka pendaftaran khusus balon wakilnya. ”Seperti di Pemalang, juga hanya membuka pendaftaran wakil bupati. Karena tidak ada figur lain selain Pak Junaidi. Tapi diingat, meski hanya ada balon tunggal, tidak menjamin akan bisa langsung lolos. Banyak faktor yang menentukan. Karena juga ada psikotes. Nanti yang mengeluarkan rekomendasi adalah DPP,” katanya. Dia menegaskan DPD PDIP Jateng tidak akan meminta uang kepada calon guna mendapatkan rekomendasi.

Sebelumnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya setelah dikukuhkan sebagai Ketua Umum periode 2015-2020 pada Kamis (9/4) mengingatkan bahwa pilkada serentak tinggal delapan bulan. Waktu delapan bulan adalah waktu yang pendek, karena itu Mega meminta agar DPD dan DPC di seluruh Indonesia untuk langsung fokus mempersiapkan pilkada setelah kongres selesai.

”Setelah kongres ini, saya minta agar semua pengurus dan kader untuk langsung berkonsentrasi ke pilkada serentak. Waktu delapan bulan adalah waktu pendek,” katanya. (ric/ce1)