Warga Perum ABI Kekurangan Air Bersih

216
WADUL DEWAN : Warga Perum Alam Bawen Indah mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
WADUL DEWAN : Warga Perum Alam Bawen Indah mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
WADUL DEWAN : Warga Perum Alam Bawen Indah mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Warga Perumahan Alam Bawen Indah (ABI) di Lingkungan Candi, Kelurahan Doplang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang, kemarin. Mereka merasa ditipu oleh pengembang perumahan PT Dotuku.

Warga yang sudah terlanjur membeli, mengaku kecewa. Sebab fasilitas yang dijanjikan seperti air bersih PDAM dan sumur pantek, makam serta lampu penerangan, belum ada. Akibatnya warga kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan kesulitan membuang sampah.

Nurhamin, 50, warga Perumahan Alam Bawen Indah mengatakan bahwa pengembang perumahan yakni PT Dotuku tidak memenuhi kewajibannya sesuai yang dijanjikan antara lain belum ada saluran air bersih dari PDAM. Padahal dalam brosur pengembang menjanjikan perumahan tersebut ada fasilitas air PDAM. Warga sudah berupaya mengajukan kepada pengembang, agar hak-hak warga dipenuhi.

“Segala upaya sudah kami lakukan untuk meminta pengembang memenuhi hak-hak kami, tetapi belum dipenuhi. Akhirnya, selama dua tahun, sekitar 109 kepala keluarga (KK) dengan 350 jiwa yang menghuni perumahan hanya disuplai air dari bak tendon. Tentu saja jumlah air itu masih belum cukup memenuhi kebutuhan warga,” tutur Nurhamin, kemarin.

Ditambahkan Nurhamin, air yang dialirkan ke bak tendon tersebut diperoleh dari sumber air milik warga di Kelurahan Doplang. Air tersebut baru dialirkan ke perumahan, setelah air di Kelurahan Doplang tercukupi. Akibat kekurangan air menyebabkan sering terjadi gesekan antarwarga. “Karena kebutuhan air sangat tinggi, sementara jumlah air terbatas. Akhirnya kerap muncul gesekan antarwarga,” imbuhnya.

Sementara itu, warga lainnya, Solikhudin mengeluhkan belum adanya fasilitas pemakaman dan tempat pembuangan sampah untuk warga perumahan. Selama ini, warga membuang sampah di pinggiran, akibatnya warga perumahan kerap mendapatkan teguran dari warga di luar lingkungan perumahan.

“Kami mohon agar pengembang merealisasikan fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti makam dan tempat pembuangan sampah. Paling tidak, pengembang menyiapkan kontainer sampah agar tidak muncul permasalahan,” tutur Solikudin.

Wakil Ketua DRPD Kabupaten Semarang, Suradi, meminta PT Dotuku untuk memenuhi fasilitas yang dijanjikan. Terutama soal kebutuhan air bersih. Selain itu, fasilitas sosial dan fasilitas umum lainnya juga harus dipenuhi seperti yang telah dijanjikan. “Pengembang harus bertanggung jawab untuk pemenuhan air bersih dan tempat sampah,” kata Suradi.

Anggota DPRD lainnya, Joko Sriyono menyayangkan karena pengembang tidak memenuhi fasilitas rumah. Semestinya fasilitas dipenuhi dulu, sebelum rumah diserahkan kepada pembeli. “Misalnya saluran air, harus terpasang saat mulai pemasangan pondasi rumah. Jadi ketika rumah sudah jadi tinggal nyambung PDAM saja,” kata Joko.

Sementara itu, Dirut PT Dotuku, Priyambodo mengatakan, pihaknya akan memenuhi fasilitas itu. Namun pihaknya baru akan melengkapi fasilitas itu dalam jangka waktu satu tahun. Sebab butuh investasi yang besar untuk menyalurkan air PDAM dan fasilitas lainnya. “Saya tetap akan bertanggung jawab, terutama untuk aliran PDAM. Saya butuh waktu satu tahun karena investasinya sangat mahal,” kata Priyambodo ditemui di kantor DPRD Kabupaten Semarang. (tyo/ida)