BARUSARI – Kasus dugaan penipuan bermodus biro jasa perjalanan umrah tak hanya terjadi sekali dua kali. Sebelumnya, Agung Ahmad Budiman, 36, Direktur Utama Iqro Management terseret kasus dugaan penipuan terhadap ratusan jamaah umrah di Semarang dan sejumlah kota di Jateng. Begitu pula Paidi, 52, Direktur Utama (Dirut) PT Mega Rozaq Tour Semarang, yang juga dilaporkan ke Polrestabes Semarang.

Sedikitnya empat nasabah PT Mega Rozaq Tour Semarang telah resmi melapor kepada aparat kepolisian. Sedangkan puluhan nasabah lain yang diduga mengalami nasib serupa belum melapor.

Berdasarkan hasil penelusuran Jawa Pos Radar Semarang, ternyata PT Mega Rozaq Tour Semarang telah lama memiliki catatan buruk terkait pelayanan tidak profesional. Perusahaan biro jasa perjalanan umrah yang berkantor di Jalan Siliwangi No 640, Krapyak, Semarang itu banyak dikeluhkan nasabah.

Jejak keluhan nasabah bisa di-browsing melalui internet. Mulai pelayanan yang tidak sesuai dengan perjanjian awal, hingga belakangan mengarah kepada tindak pidana penipuan yang merugikan nasabah dengan nilai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, sebanyak 250 jamaah umrah sempat naik pitam lantaran pelayanan PT Mega Rozaq Tour Semarang terkesan tidak profesional. Mereka emosi karena terkatung-katung di Kuala Lumpur, Malaysia selama 4 hari. Pesawat berpenumpang nasabah PT Mega Rozaq Tour itu berangkat dari Jakarta pada 5 Februari 2013, kemudian singgah di Kuala Lumpur. Sesuai jadwal dan kesepakatan, rute pesawat terbang dari Jakarta langsung menuju Jeddah.

Namun tanpa alasan jelas, selama empat hari tertahan di Negeri Jiran. Rombongan kembali diterbangkan ke Jeddah pada 8 Februari 2013. Dari rombongan tersebut, sedikitnya 114 orang berasal dari Demak, termasuk mantan Wakil Bupati Demak HM Asiq.

Kasus penipuan yang diduga dilakukan PT Mega Rozaq Tour Semarang kembali mencuat setelah Eko Putra Sakti, 49, warga Jalan Payung Asri Barat XI/15 Pudak Payung, Banyumanik, Semarang, melapor ke Polrestabes Semarang.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan data-data terkait laporan dugaan penipuan yang dilayangkan oleh nasabah PT Mega Rozaq Tour Semarang. ”Prinsipnya semua laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti. Hasil penyelidikannya seperti apa, ya nanti,” kata Sugiarto.

Dikatakan Sugiarto, penipuan bermodus biro jasa perjalanan umrah sudah kerap terjadi. Tak jarang, pengelola mengeruk keuntungan tanpa memperhatikan aturan hukum yang berlaku. ”Bagi para calon jamaah umrah hendaknya lebih hati-hati dan meneliti terlebih dahulu sebelum menyetorkan uang sebagai biaya kepada biro perjalanan umrah. Hal itu sebagai antisipasi adanya penipuan,” ujarnya.

Sejauh ini ada empat orang yang sudah melapor secara resmi ke Mapolrestabes Semarang. Satu di antaranya adalah Eko Putra Sakti. Dia mengaku mengalami kerugian Rp 71 juta. Eko rencananya hendak berangkat umrah bersama istri, ibu, adik, dan karyawan adiknya.

Dikatakan, PT Mega Rozaq Tour Semarang berkali-kali menjanjikan tanggal pemberangkatan kepada para nasabah. Namun berkali-kali janji itu tak ditepati. Pemberangkatan kali pertama dijanjikan pada April 2014. Begitu batal, janji berikutnya pada November 2014. Selanjutnya pada 21 Maret, 30 Maret, dan 3 April 2015. Terakhir, pelapor dijanjikan akan diberangkatkan pada 6 April 2015. ”Saya sudah tidak percaya lagi,” ujar Eko.

Pelapor memasukkan uang biaya pemberangkatan umrah ke PT Mega Rozaq Tour Semarang sejak 5 April 2013 silam. Namun sampai sekarang tidak ada kejelasan. Sayangnya hingga kemarin pihak PT Mega Rozaq Tour belum berhasil dikonfirmasi. (amu/aro/ce1)