WONOSOBO – Jadwal pendaftaran penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati DPC PKB Kabupaten Wonosobo sudah ditutup. Hingga kemarin (27/3) jumlah total pendaftar sebanyak 6 orang. Dari nama yang mendaftar, semuanya berasal dari kalangan internal partai berlambang bumi diapit bintang sembilan itu.

Menurut Ketua Desk Pilkada DPC PKB Wonosobo Ahmad Faizun, hingga Rabu (25/3) pukul 00.00, jumlah total pendaftar sebanyak 6 orang. Terakhir yang mendaftar Hasan Asy’ari anggota DPRD Provinsi Jateng sekitar pukul 23.45.

Faizun mengatakan, nama-nama pendaftar itu meliputi, Abdul Arif (Sekretaris DPW PKB Jateng), Muhammad Albar (Wakil Ketua DPRD Wonosobo), Syarif Abdillah (Anggota DPRD Provinsi Jateng), Suwondo Yudhistiro (Ketua Komisi A DPRD Wonosobo), Amiroh Zaitun (Ketua Fatayat Kabupaten Wonosobo) dan Hasan Asy’ari (anggota DPRD Provinsi Jateng).

Faizun mengatakan, pendaftar ini mayoritas kader internal PKB dan NU Wonosobo. Sedangkan tiga nama yang sebelumnya masuk dalam daftar penjaringan tim 9 yang tidak mendaftar tiga orang, yakni Muchotob Hamzah (rektor Unsiq), Ngarifin Shiddiq (ketua KPU), serta M Husain (anggota DPRD Wonosobo).

“Tiga nama yang tidak mendaftar, meski sebelumnya sudah masuk dalam daftar penjaringan, tidak kami ajukan ke tim lima,”katanya.

Proses selanjutnya, kata Faizun, keenam nama itu akan diserahkan kepada pengurus DPC PKB Wonosobo, kemudian diteruskan kepada tim 5 untuk digodok kembali. Tim 5 terdiri dari KH. Habibullah Idris, KH. Khaidar Idris, KH. Abdul Halim Ainul Yaqin, KH. Nurhidayatullah dan HA. Abdul Kholiq Arif.

“Tim lima ini akan melakukan penyaringan kembali, setelah itu menentukan sekitar 3 nama yang akan dikirim ke DPW kemudian dilanjutkan ke DPP PKB,” paparnya.

Ditambahkan, untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan rekomendasi maju sebagai bupati maupun wakil bupati dari PKB untuk Pilkada Wonosobo Desember mendatang, sepenuhnya kewenangan DPP PKB. Kendati demikian, tetap memperhatikan proses penjaringan yang dilakukan oleh DPC PKB.

“Mekanismenya DPC membuka mendaftaran dan melakukan penjaringan bakal calon, rekomendasi merupakan wewenang DPP,” ungkapnya.
Ketua DPC PKB Wonosobo Muhammad Albar menambahkan, nama-nama yang disetorkan ke DPP PKB tersebut, kemudian akan dilakukan survei oleh DPP PKB. Apabila ada calon lain yang belum mendaftar, kemudian hasil survei menempati angka tinggi, dan hasil kajian tim 5 memungkinkan, maka DPP juga bisa mengajukan nama tersebut.

“Namun hal itu tetap memperhatikan kondisi politik lokal dan internal PKB. Karena penjaringan nama dari DPC ini, juga sudah melalui mekanisme panjang sesuai yang ditetapkan DPP. Artinya peluang besar mendapatkan rekomendasi tetap nama-nama yang mendaftar,” pungkasnya. (ali/lis)