KENDAL- Bagi masyarakat yang senang bepergian dengan travel sepertinya harus waspada. Terutama terhadap travel gelap yang tidak memiliki nama dan alamat kantor yang jelas. Sebab, saat ini rawan terjadi pencurian dengan modus pembiusan di atas travel. Seperti dialami Purwanto, warga Desa Cimonde, Kecamatan Banjarharjo, Brebes. Ia diduga kuat menjadi korban pembiusan saat hendak pulang menggunakan travel gelap Surabaya-Brebes.

Ia dibuang di tepi jalan Jalur Pantura Kendal dan ditemukan petugas Polres Kendal di Desa Ketapang, Kendal. Purwanto pun kehilangan uang beserta seluruh barang bawaannya.

Purwanto mengatakan, jika dirinya berangkat dari Surabaya untuk pulang ke Brebes. Alasannya, menggunakan biro travel gelap adalah karena cepat dan biaya murah. Ia mengaku berangkat tidak sendiri, melainkan bersama pamannya. “Paman saya di mana, saya sendiri tidak tahu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (26/3).

Dikatakannya, ia sudah tidak ingat dan tidak sadar sesaat setelah salah seorang penumpang menyemprotkan parfum ke dalam mobil travel yang ditumpanginya. Kemarin, kondisi Purwanto masih lemas dan terbaring di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soewondo, Kendal.

“Saya mendadak pusing setelah salah satu penumpang travel menyemprotkan parfum. Setelah pusing, saya tidak kuat lagi menahan, setelah itu mungkin saya tidak sadarkan diri,” tuturnya.

Purwanto mengaku, tidak mengetahui alamat dan nama sopir travel yang ditunpanginya tersebut. Ia naik travel gelap itu dari dari Terminal Bungurasih, Surabaya. “Dari Surabaya, jumlah penumpang travel ada tujuh orang. Tiga di antaranya turun di Semarang. Purwanto sendiri naik travel bersama pamannya melanjutkan perjalanan ke Brebes. Ia berharap pamannya bisa segera ditemukan dan pelakunya bisa segera ditangkap.

“Saya khawatir dengan keselamatan paman saya. Karena kondisinya sudah tua, takut kalau terjadi apa-apa,” tandasnya.

Humas RSUD Dr Soewondo, Endang Setyorini, mengatakan, korban dibawa oleh polisi dalam keadaan lemas, dan tidak sadarkan diri. Dikatakan, korban dibuang di pinggir jalan Pantura Ketapang, Kendal. “Kondisinya sudah membaik. Namun perlu pemulihan stamina,” katanya.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan barang bawaan berupa pakaian, telepon genggam, dan uang tunai sekitar Rp 2 juta. Hingga kemarin, polisi masih mendalami kasus pembiusan tersebut. (bud/aro)