(RADAR SEMARANG)
(RADAR SEMARANG)
(RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah mendorong para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memperluas pasar. Salah satunya dengan mempromosikan produk-produk IKM ke luar negeri.

“Tahun ini akan ada tiga kawasan yang kita jadikan sasaran promosi. Yaitu Eropa, Asia dan ASEAN. Dalam masing-masing kawasan, kami akan memfasilitasi 4 IKM,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Ratih Susyati Sudamar, kemarin.

Produk yang akan dipamerkan pun beragam. Mulai dari tekstil dan produk tekstil, kemudian handicraft dari kayu serta beberapa produk unggulan lainnya yang potensial untuk dipasarkan ke luar negeri.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi IKM agar dapat difasilitasi untuk mengikuti pameran di luar negeri di antaranya, produk yang dihasilkan merupakan hasil produksi sendiri, kemudian IKM ini harus sudah mengikuti pelatihan ekspor. “Produk-produk IKM tersebut sangat potensial untuk mengambil pasar baik domestic maupun luar negeri. Oleh karena itu, kami mencoba mengubah mindset para pelaku IKM untuk terus meluaskan pasar mereka,” paparnya.

Jangkauan yang cukup luas ini tentunya juga akan kian meningkatkan kualitas serta kreativitas para pelaku IKM. Karena semakin luas maka persaingan tentu akan semakin tinggi, pun dengan standar yang diberlakukan. “Tahun lalu kami bawa sejumlah handicraft kaligrafi dan juga produk-produk mebel ke Afrika Selatan, dan tanggapan dari sana pun cukup baik,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Susy, pameran yang mereka fasilitasi ini sifatnya promosi, mengenalkan produk ke calon pembeli. Sehingga untuk pengaruh terhadap pertumbuhan ekspor di sektor tersebut tidak bisa langsung dirasakan. “Kita datang, kenalkan, promosikan. Kalau para calon pembeli ini cocok, nantinya bisa langsung berhubungan dengan para pelaku IKM via email atau sarana komunikasi lainnya, dan deal pemesanan dalam jumlah banyak pun waktu tidak bisa ditentukan, ada yang langsung pesan, ada juga yang sampai setahun baru pesan,” tandas Susy.

Namun demikian, pihaknya optimistis produk-produk IKM dari Jawa Tengah dapat tumbuh baik di pasar domestik maupun luar negeri. Produk Jateng dinilai sangat potensial, jadi selain memperkuat pasar domestic juga harus cari pasar baru,” tandasnya. (dna/smu)