KEBANGGAAN: Para juara lomba roket air berfoto bersama dengan Kepala SMP IT PAPB Ramelan dan guru pembimbing Mulyono. (TIM EKSIS SMP IT PAPB)
KEBANGGAAN: Para juara lomba roket air berfoto bersama dengan Kepala SMP IT PAPB Ramelan dan guru pembimbing Mulyono. (TIM EKSIS SMP IT PAPB)
KEBANGGAAN: Para juara lomba roket air berfoto bersama dengan Kepala SMP IT PAPB Ramelan dan guru pembimbing Mulyono. (TIM EKSIS SMP IT PAPB)

PRESTASI ekskul roket air di SMP Islam Terpadu PAPB Semarang sudah seabrek. Tak hanya tingkat lokal, regional, maupun nasional, tapi juga sampai tingkat internasional. Padahal ekskul ini baru dua tahun berdiri lho, tepatnya pertengahan 2013 lalu.

Pembina ekskul roket air Mulyono SSi mengatakan, roket air termasuk ekskul yang unik, karena mempunyai dasar yang detail dan mengagumkan. Roket air menerapkan dasar ilmu fisika terutama hukum tekanan reaksi dalam gerakan parabola.

“Dari situlah banyak siswa tertarik dalam pembelajaran sains terapan. Alhamdulillah dari tahun ke tahun peminat ekskul roket air semakin bertambah banyak,” kata Mulyono kepada tim Eksis Radar Semarang.

Dikatakan, untuk membuat satu roket air sendiri membutuhkan waktu 30 menit sampai 1 jam. Adapun bahan-bahannya sangat murah dan mudah didapatkan. Yakni, botol bekas sebagai body, kemudian fiber sebagai sayap dan plastisin (malam) sebagai pemberat.

“Bahan-bahan itu sengaja dipilih karena murah, terjangkau dan asyik saat dibuat permainan,” ujarnya.

Untuk bisa membuatnya gampang sobat Eksis. Caranya pertama-tama, siapkan bahan seperti dua botol bekas minuman Pepsi, cutter, fiber atau semacam papan plastik untuk sayap serta gunting. Lalu, potong salah satu botol Pepsi bagian atas. Isi dengan plastisin (malam) secukupnya kurang lebih 210 gram.

Setelah itu pasang di botol satunya yang masih utuh kemudian isolasi untuk menggabungkannya. Untuk membuat pola sayap caranya, fiber dibelah menjadi dua bagian. “Ingat, saat memotong sayap harus mengikuti alur yang mengarah ke atas, haluskan bagian yang tidak rata,” katanya.

Dan yang terakhir tempeli dengan doubletape dan tempelkan ke badan roket untuk selanjutnya dilakukan uji coba peluncuran.

Ia menjelaskan, kegiatan roket air dibagi menjadi dua. Pertama, latihan rutin yang diadakan setiap Sabtu, lalu yang kedua latihan peluncuran antar teman atau yang disebut juga dengan fight lounching (simulasi pertandingan).
Adapun keanggotaan ekskul ini mulai bisa diikuti mulai dari kelas 7 sampai 8. Jadi, siswa yang ikuti ekskul ini rata-rata berumur 12-16 tahun. Selain itu, ada juga alumni sebagai pengarah dalam menentukan jarak luncur agar sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk prestasi yang pernah diraih, ekskul roket air ini sudah banyak menorehkan piala. Di antaranya, juara harapan II nasional Piala Ristek di Serpong Tanggerang (17 Agustus 2014), hingga bisa maju ke ajang internasional APRSAF-21 di Nihon University Jepang (29-30 November 2014). Lalu, juara II dan best desain GOO BMD 2014 di Jogja (9 Maret 2014).

Prestasi lainnya, juara I, II dan III silver fest SMA Tritunggal Semarang (23 September 2014), juara umum Kejurda Jateng (9-10 Agustus 2014), serta juara I, II, III dan harapan I, II, III serta best desain di Wahana Duniaku Pintar PRPP Semarang (1 Februari 2015).

“Selain itu, masih banyak kejuaraan roket air lain yang dimenangkan anak-anak. Lebih lengkapnya sobat eksis bisa melihatnya di blog: www.reketprestasi.blogspot.com,” pungkasnya. (rifa 8C/salsa 7D/tim eksis/aro)