MELATIH KEJUJURAN: Kotak temuan barang yang ada di SMP Islam Terpadu PAPB Semarang. (TIM EKSIS SMP IT PAPB)
MELATIH KEJUJURAN: Kotak temuan barang yang ada di SMP Islam Terpadu PAPB Semarang. (TIM EKSIS SMP IT PAPB)
MELATIH KEJUJURAN: Kotak temuan barang yang ada di SMP Islam Terpadu PAPB Semarang. (TIM EKSIS SMP IT PAPB)

HAI sobat Eksis, bicara tentang barang hilang tidak usah khawatir lhoo. Sebab, di SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, sudah ada sarana untuk menampung barang-barang temuan (luqothoh) yang diberi nama kotak temuan barang. Untuk kotak temuan barang sendiri telah ada sejak 2009 atau sudah 5 tahun lho.

Guru BK SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Yani Dwi Purwanti, S.Psi, menceritakan, kotak temuan barang merupakan implementasi dari program Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (PBKB) di sekolahnya. Tujuannya, sebagai sarana untuk menumbuhkan kejujuran siswa sebagai warga sekolah.

“Adapun manfaatnya, memudahkan siapa saja yang menemukan barang untuk melapor barang temuannya tersebut ke tim kejujuran. Selanjutnya, bagi yang merasa kehilangan barang akan mudah menemukan kembali barangnya pasca pengumuman yang setiap seminggu sekali disampaikan,” jelas Yani kepada tim Eksis Radar Semarang.

Untuk menambah ketertiban, lanjut Yani, kotak penemuan barang juga dilengkapi dengan buku temuan yang fungsinya untuk merekap barang temuan. Jadi, bagi siapa saja yang menemukan barang bisa langsung menulis barang temuan, untuk kemudian tinggal dimasukkan ke salah satu laci kotak yang letaknya disamping laboratorium IPA.

Oh iya sobat Eksis, kalau sobat pengin ngambil barang yang hilang gampang kok. Caranya sobat Eksis harus meminta izin kepada tim kejujuran atau guru BK. Kemudian BK akan memberikan surat bukti pengambilan barang. “Dan bagi yang sudah mengambil barang, diharuskan menuliskan keterangan ‘Sudah diambil’ di kolom buku temuan yang sudah disediakan. Mudah bukan?” ucap Yani.

Untuk barang temuan sendiri, menurut Yani, beragam jenisnya. ”Wah, banyak sekali ragamnya. Ada uang, perlengkapan ibadah, alat tulis, tempat minum, jam tangan, topi pramuka, buku pelajaran, buku tulis dan masih banyak yang lainnya,” ungkapnya.

Untuk bentuk kotak penemuan barang sendiri, gak terlalu spesial dan mahal kok sobat Eksis. Bentuknya hanya rak plastik bertingkat yang terdiri atas 4 laci besar dan 2 laci kecil. Laci besar berwarna biru untuk tempat penemuan alat tulis. Lalu, laci besar pink untuk perlengkapan ibadah. Sedangkan yang oranye untuk seragam dan yang hijau untuk tempat temuan buku. Adapun, dua laci kecil adalah untuk tempat temuan uang dan lain-lain.

Mas’at, 33, salah satu tenaga kependidikan sangat setuju terhadap keberadaan kotak penemuan barang. ”Kan bisa menolong mengembalikan barang orang yang hilang,” katanya.

Senada dengan Mas’at, Riya Pramesti, SS, SPd, guru bahasa Jawa juga mendukung terhadap keberadaan kotak temuan barang. Ia mempunyai alasan kuat bahwa kotak temuan barang ini adalah sarana edukatif untuk menyukseskan pendidikan karakter di sekolah.

Kepala SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Drs H Ramelan, SH, MH, sangat setuju dengan adanya fasilitas kotak penemuan barang. Menurut dia, itu adalah bukti nyata penerapan nilai kejujuran dari keberhasilan pendidikan karakter. “Artinya, setiap barang temuan yang bukan menjadi haknya memang harus dikembalikan kepada pemiliknya,” ujarnya kepada tim Eksis Radar Semarang. (rusiana 8D/zulfa 7A/tim eksis/aro)