SEMARANG – Setelah melalui seleksi yang cukup panjang melalui training center (TC) di beberapa kota ditambah dengan ujicoba-ujicoba, pelatih teleh memilih 11 pemain terbaik. Mereka diproyeksikan untuk tampil di babak kualifikasi PON XIX/Jabar 2016. Saat ini Asprov PSSI Jateng telah resmi mengikat kontrak mereka di masa persiapan ini.

Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng mengatakan, perlu memagari pemain-pemain potensial milik Jateng itu hingga pelaksanaan babak kualifikasi PON yang rencananya akan digelar November 2015 ini.

Sebelas pemain yang adalah Ahmad Fahmi Gelorawan dan Kukuh Pramuyudha dari Semarang. Kemudian M Rio Saputro dan Riswandanny dari Jepara. Dari Kendal ada dua nama yakni Kurnia Nanda Aldianto dan Setiawan.

Lalu Ade Kurniawan asal Pati, Ardyanto Agung Wicaksono (Boyolali), Ganang Adthiza Nugroho (Kabupaten Semarang), Soni Setiawan (Magelang) dan kiper Fery Bagus Kurniawan (Klaten).

Sedangkan untuk empat pemain lainnya yang kini berstatus sebagai pemain kontrak di tim-tim Divisi Utama seperti kiper Fajar Seya Jaya, Taufik Hidayat dan Andi Rahmad dari PSIS. Kemudian Zaenal Arifin dari PSIR Rembang, mereka diputuskan tetap akan diikutkan saat Tim PraPON Jateng menggelar TC. ”Kontrak pemain untuk mempertegas statusnya di Tim PraPON Jateng. Mereka masih boleh memperkuat klub-klub, namun harus seizin tertulis Asprov PSSI Jateng. Bila PSSI Jateng membutuhkannya, mereka harus mau kembali dan jadi prioritas,” kata Johar.

Johar mengakui, para pemain yang dikontrak itu dikabarkan diminati Persijap Jepara. Setidaknya sudah ada sembilan akan bergabung ke tim berjuluk Laskar Kalinyamat. Sementara dua pemain yang masih pikir-pikir, adalah Ade Kurniawan dan Soni Setiawan. ”Untuk masalah ini kami serahkan kepada masing-masing pemain. Mereka dipersilahkan memilih dan menentukan nasibnya. Yang penting sepengetahuan dan seizin Asprov PSSI Jateng,” tandas Johar.

Sementara itu Ketua Umum Ascab PSSI Jepara Achmad Rifai mengatakan, pihaknya hanya ingin membantu mensukseskan Persiapan Tim pra PON Jateng. Latihan yang hanya sebentar dinilainya kurang bagus. Bila berlatih terus hasilnya lebih baik. ”Kami akan rekrut sebanyak-banyaknya pemain, jadi saat para pemain PraPON berlatih tidak akan terganggu. Jadwal Pra PON juga masih November, jadi tidak berbenturan dengan Divisi Utama. Pada prinsipnya, kami akan mengikuti kebijakan PSSI Jateng,” tegasnya. (bas/smu)