MIRIP PERANG: Salah seorang pemain paintball tengah serius membidik musuh. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MIRIP PERANG: Salah seorang pemain paintball tengah serius membidik musuh. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MIRIP PERANG: Salah seorang pemain paintball tengah serius membidik musuh. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Permainan paintball masih menjadi daya tarik di Kota Magelang. Peluru senjata mainan ini berisi cairan berwarna. Cairan tersebut sebagai penanda bahwa lawan sudah terkena tembakan.

Pemain game ini harus mengenakan masker, sarung tangan, sepatu, body protector, dan seragam doreng. “Permainan ini bisa dimainkan anak SMP ke atas,” kata Sales Marketing Manager Progo Xventours, Isnu Priyanto, saat ditemui di markasnya, di Hotel Puri Asri.

Insu mengklaim, permainan mirip peperangan ini mengalami peningkatan peminat dari tahun ke tahun.
Paling ramai pada Januari dan Februari, karena didukung faktor fresh budget dan tahun baru. Juga pada akhir tahun.

“Pada 2014 lalu, kurang lebih mencapai 1.500 tamu yang bermain paintball. Permainan ini menempati favorit ketiga, setelah rafting, lalu outbound,” urainya.

Meski begitu, ia mengakui, penurunan terjadi pada Maret-Juni, juga selama Ramadan. Toh, ia optimistis, pada April-Mei, bisa kembali pulih.

Kebanyakan tamu bermain secara grup. Mereka memilih beberapa skenario permainan.

“Ada yang milih universal flag, last man standing, atau tidak ada aturan. Artinya, tetap sesuai SOP, namun permainan dianggap belum berakhir sampai peluru belum habis, permainan tetap jalan terus.”

Demi keamanan, jaring atau net di pasang di tepi kawasan. Tujuannya, agar peluru tidak nyasar ke luar area dan membahayakan orang lain yang tengah menonton.

“Peluru juga tidak boleh ditembakkan dengan jarak 3 meter, karena akan menimbulkan sakit,” tambahnya. Adapun luas area main 50 x 75 meter dengan konsep terasering.

“Ada juga rintangannya. Memang dibentuk sedemikian rupa agar terkesan benar-benar sedang perang,” ungkapnya. (put/isk)