DIPERIKSA : Sebanyak 24 nelayan Batang yang ditahan oleh Polres Batang sebelum dilakukan penetapan 5 tersangka penganiayaan, Rabu (4/3) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Sebanyak 24 nelayan Batang yang ditahan oleh Polres Batang sebelum dilakukan penetapan 5 tersangka penganiayaan, Rabu (4/3) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Sebanyak 24 nelayan Batang yang ditahan oleh Polres Batang sebelum dilakukan penetapan 5 tersangka penganiayaan, Rabu (4/3) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Polres Batang akhirnya menetapkan 5 orang nelayan sebagai tersangka. Lantaran melakukan penganiayaan secara bersama-sama hingga mengakibatkan Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Hartono dan anggota Sat Shabara Polres Batang, Briptu Eko Yulianto, mengalami luka serius.

Adalah RK, 22; DJ,19; IA, 22; dan ES,21. Keempat nelayan tersebut adalah warga Desa Karangasem, Kecamatan/Kabupaten Batang dikenai Pasal 170 KUHP, tentang pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama. Sedang seorang nelayan berinisial, ES, 32, warga Desa Karangasem, dikenai Undang Undang Darurat Nomor12 Tahun 1951, karena membawa senjata tajam dan beberapa bom molotov yang digunakan saat melakukan aksi unjukrasa.

ES saat dimintai keterangan mengungkapkan bahwa dirinya dan beberapa pemuda lain sebelum melakukan demo, melakukan pesta minuman keras (miras). Sehingga punya keberanian melakukan unjuk rasa. “Saya membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga saja,” ungkap ES.

Kapolres Batang, AKBP Widi Atmoko, Rabu (4/3) malam kemarin, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 24 nelayan, 19 nelayan akan dikembalikan ke keluarganya, karena tidak terbukti bersalah. “Namun 5 orang nelayan lainnya, harus dihukum sesuai dengan perbuatannya dan tetap ditahan di Mapolres Batang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo menuturkan bahwa semua nelayan yang telah diperiksa Polres Batang, sepenuhnya ditangani oleh Polres Batang. Pemkab tidak akan menuntut atas kerusakan fasilitas umum yang telah dilakukan para nelayan dalam aksi demo tersebut.

“Jumlah kerusan belum kami hitung. Tapi Pemkab Batang tidak akan menuntut kerusakan umum tersebut. Namun yang salah harus dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan semua telah dilakukan oleh Polres Batang,” tutur Bupati Yoyok. (thd/ida)