BANYAK KEMAJUAN : Tim Puskopar Unit Kopeng terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan pariwisata Wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
BANYAK KEMAJUAN : Tim Puskopar Unit Kopeng terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan pariwisata Wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
BANYAK KEMAJUAN : Tim Puskopar Unit Kopeng terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan pariwisata Wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

Semenjak dipegang dari tim Pusat Koperasi Kereta Api (Puskopkar) unit Kopeng, Wisata Kopeng, Kecamatan Getasan mendulang banyak penghasilan. Bahkan, dalam dua tahun meningkat 1000 persen hingga mengantarkan manajemen mendapat penghargaan kategori The Best Family Recreation of The Year se- Indonesia. Seperti apa?

MUNIR ABDILLAH, Kopeng

KAWASAN Kopeng kini sudah mulai tertata. Dari taman hingga kolam renang terpajang patung-patung Dewa Yunani di antara bangunan peninggalan zaman Belanda yang masih kokoh berdiri megah. Sekilas, layaknya di Eropa.

Wisata Kopeng tersebut hampir dipenuhi wisatawan lokal dari Jawa Tengah, setiapweekend. Seiring dengan pergantian manajemen, pembenahan wahana permainan semakin diperbaiki dan ditambah. Kali ini, sarana outbond dan heritage sedang dibangun. Wajar kemudian, pemasukan wisata di saat weekend, perhari bisa mencapai Rp 19 juta hingga Rp 23 juta.

Bercerita mengenai keberhasilan pengelolaan Kopeng, Manajer Wisata Kopeng, Bije Mujiatma menjelaskan bahwa awal kedatangannya bersama tim, memang mendapat sambutan kurang menyenangkan dari warga sekitar. Soalnya, sempat berhembus isu bahwa warga yang berjualan di area wisata Kopeng bakalan digusur. Tapi dengan ketelatenan, tim Puskopkar Unit Kopeng, mengajak diskusi dengan pedagang asongan yang berjumlah 400 orang, sebanyak 6 kali.“Paling sulit, saat pertama kali datang kesini. Intinya semrawut,” tuturnya.

Bagaimana tidak? Infrastruktur mulai dari kamar mandi hingga wahana bermain banyak yang rusak dan tidak layak pakai. Kolam renang dulunya sedalam empat meter. Tentu saja, anak kecil tidak ada yang berani berenang. Padahal banyak wisatawan yang datang dengan anak kecil. Belum lagi jika ada wisatawan, pedagang asongan langsung nyemut (mengerubuti, red).

Hal pertama yang dilakukan tim Puskopkar ketika datang ke wisata kopeng adalah membenahi internal. Memang tidak mudah, untuk membentuk tim. Karena, banyak yang sudah bekerja lama dan terprogram bekerja seperti manajemen sebelumnya. Mau tidak mau, dirinya harus tahu permasalahan yang ada di dalam manajemen sebelumnya. “Saya baru tahu banyak masalah dalam internal manajemen. Makanya segera saya adakan pembenahan,” tuturnya.

Pembenahan yang dilakukan adalah, para senior gaji ditambah, tapi dengan pekerjaan yang bertambah pula. Contohnya, dulu hanya memegang administrasi, lantas ditambahi dengan menjadi menyambut tamu di lobi. Sehingga mereka saling menghormati antara satu dengan yang lain. “Kini pengelolaan taman, kami beri staff zona pembersihan. Begitupun saya, mendapat bagian menyapu,” kata mantan Manajer Unit Wisata Bandungan tersebut.

Mengenai image bahwa Kopeng identik dengan tempat esek-esek, Beji mengaku sedang memikirkannya. Saat ini, manejemen wisata Kopeng menindak tegas petugas wisata Kopeng yang melayani tamu yang hendak memboking wanita panggilan atau ingin menyewa kamar untuk berkencan.

“Memang hampir setiap daerah wisata menyediakan tempat begitu. Tapi di manajemen kami, bila ada staff yang melayani tamu begitu, kami naikkan gajinya. Tapi besoknya, jangan bekerja lagi. Prinsip kami, mendingan kamar kosong daripada melayani tamu yang ingin berbuat mesum. Soalnya kalau image sudah melekat, sulit mengubahnya. Ke depan wisata Kopeng akan menjadi wisata adventure, family dan heritage,” tegasnya.

Sementara itu, terkait resep promosi wisata, Ketua Tim Promosi Wisata Kopeng yang merangkap sebagai karyawan Google, Romadona, 35, mengatakan, setelah melakukan observasi, ternyata promosi melalui internet lebih efektif. Dengan memainkan kata kunci di Google, setiap orang yang mengetik kata Kopeng di search google, bisa keluar di urutan paling atas. “Saat ini memang internet menjadi second life dan bisa menjadi sarana baik untuk berpromosi,” pungkasnya. (*/ida)