BERSIH PANTAI : Ratusan warga Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, melakukan bersih-bersih pantai, Senin (2/3) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
BERSIH PANTAI : Ratusan warga Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, melakukan bersih-bersih pantai, Senin (2/3) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
BERSIH PANTAI : Ratusan warga Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, melakukan bersih-bersih pantai, Senin (2/3) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Sepanjang 67 kilometer pantai di Kabupaten Batang, 39 kilometer di antaranya mengalami abrasi dan pencemaran limbah. Hal itu mengundang keprihatinan banyak pihak. Karena itulah, ratusan warga Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Senin (2/3) siang kemarin, melakukan aksi bersih pantai dan penanaman pohon mangrove di Pantai Kuripan.

Pengurus Kelompok Sadar Wisata, Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Mulyadi, 42, merasa prihatin lantaran Objek Wisata Pantai Sigandu yang terkenal akan keindahannya dan menjadi salah satu ikon pariwisata di Batang, kondisinya sangat menyedihkankan. Bahkan, mulai ditinggalkan pengunjung karena terkena abrasi dan kotor. Padahal Pantai Kuripan, menjadi salah satu alternatif warga masyarakat Batang untuk berwisata.

”Setahun terakhir, banyak warga Batang dan sekitarnya yang datang ke Pantai Kuripan, mungkin karena pantainya masih alami dan tidak terkena abrasi,” ungkap Mulyadi.

Mulyadi juga mengatakan, dibersihkannya Pantai Kuripan setiap seminggu sekali oleh warga Desa Kuripan secara bergiliran. Harapannya, agar warga yang datang ke Pantai Kuripan merasa nyaman dan senang.

“Sebagian sampah yang datang, berasal dari pengunjung dan pantai laut itu sendiri. Mumpung masih awal, kondisi pantai belum terlalu tercemar, warga berusaha menjaga kebersihan pantai. Karena dengan banyaknya pengunjung, maka dagangan warga desa kian laris,” kata Mulyadi.

Dewi Larasti, 33, warga Desa Kayuguritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Batang, yang datang bersama keluarga mengaku bahwa Pantai Kuripan sangat bagus dan layak untuk wisata. Namun dirinya mengeluhkan, buruknya jalan yang menuju pantai tersebut.

Menurutnya, Pemkab Batang harus memperbaiki infrastruktur jalan yang akan digunakan sebagai objek wisata. ”Pantainya bagus, belum ada abrasi, hanya sedikit kotor. Namun jalan menuju pantai jelek, banyak yang rusak. Sarana umum seperti tempat berteduh dan MCK belum layak,” keluh Larasti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Kabupaten Batang, Mardjoko membenarkan jika wilayah pesisir Kabupaten Batang, dengan garis pantai 38,75 kilometer, kondisinya mengalami abrasi, sedimentasi dan pencemaran baik sampah organik, maupun non organik yang berasal dari daratan maupun laut.

Menurutnya, pihak DKP mengalami kesulitan, untuk memberikan pemahaman dan penyadaran kepada warga, agar mau menjaga kebersihan pantainya. ”Kami sangat berharap, agar apa yang dilakukan oleh warga Desa Kuripan, dengan melakukan bersih pantai, dapat dilakukan oleh warga desa lain. Mengingat pantai di Batang ada 39 kilometer yang mengalami abrasi,” kata Mardjoko. (thd/ida)