SEGERA DIMAKAMKAN : Ratusan warga menyambut histeris jasad Mahbub saat diturunkan dari mobil ambulan di rumah duka di Mayangan, Wiradesa, pada Minggu (8/2) sore kemarin sekitar pukul 17.00. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
SEGERA DIMAKAMKAN : Ratusan warga menyambut histeris jasad Mahbub saat diturunkan dari mobil ambulan di rumah duka di Mayangan, Wiradesa, pada Minggu (8/2) sore kemarin sekitar pukul 17.00. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
SEGERA DIMAKAMKAN : Ratusan warga menyambut histeris jasad Mahbub saat diturunkan dari mobil ambulan di rumah duka di Mayangan, Wiradesa, pada Minggu (8/2) sore kemarin sekitar pukul 17.00. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Muhammad Mahbub Al Hafidz, 16, siswa kelas X SLB Negeri Wiradesa yang dilaporkan hilang di sekitar Sungai Sengkarang, Pencongan, Tirto, Pekalongan sejak Rabu sore (4/2), akhirnya ditemukan Minggu pagi kemarin (8/2).

Tubuh warga Mayangan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan itu ditemukan sudah tak bernyawa oleh nelayan di perairan Pantai Kartini, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Lokasi penemuan jasad siswa berkebutuhan khusus itu berjarak sekitar kurang lebih 200 kilometer dari titik awal hanyutnya korban di Sungai Pencongan.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kapolsek Tirto, AKP Trismiyanto membenarkan penemuan jasad Mahbub tersebut. “Jasad korban yang tenggelam di Sungai Pencongan sudah ditemukan tadi, sekitar pukul 07.00 pagi di Perairan Pantai Kartini, Kecamatan Mlonggo, Jepara, sekitar tiga mil dari bibir pantai,” ungkap Trismiyanto, Minggu (8/2) siang.

Berdasar laporan yang diterimanya, korban ditemukan oleh nelayan setempat. Kemudian oleh nelayan dilaporkan ke pihak Basarnas dan BPBD di Jepara. Selanjutnya oleh BPBD setempat, jasad korban dievakuasi ke RSUD RA Kartini, Jepara, sekira pukul 10.00 guna menjalani visum dokter.

Trismiyanto menuturkan, kepastian bahwa jasad tersebut adalah Mahbub, antara lain dilihat dari pakaian yang dikenakan maupun ciri tubuh korban. Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaos olahraga warna oranye, bertuliskan SLB Negeri Wiradesa Kabupaten Pekalongan. “Itu adalah kaos milik korban,” katanya.

Selain itu, pada tubuh korban terdapat ciri lain, yaitu terdapat tahi lalat di bagian dagu. “Dari beberapa ciri-ciri itu dipadukan bahwa korban memang warga Mayangan Wiradesa yang beberapa hari lalu dilaporkan hilang diduga hanyut di Sungai Pencongan,” ujarnya.

Sesaat setelah mendapat laporan tersebut, imbuh Trismiyanto, pihaknya juga sudah mengonfirmasi melalui sambungan telepon ke Polsek Mlonggo, Jepara. Pihaknya telah mengontak pihak RSUD RA Kartini untuk memastikan identitas korban.
Setelah ada kepastian bahwa jasad tersebut adalah Mahbub, imbuh dia, maka pencarian oleh tim SAR gabungan di Sungai Pencongan resmi dihentikan. Selanjutnya, BPBD langsung membawa korban ke Pekalongan dan menghubungi keluarganya.

Jenazah almarhum akhirnya sampai di rumah duka di Mayangan, Wiradesa, pada Minggu (8/2) sore sekitar pukul 17.00 dan disambut histeris oleh pihak keluarga serta warga setempat. Oleh petugas BPBD Jepara, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga, disaksikan BPBD Kabupaten Pekalongan dan BPBD Kota Pekalongan serta pihak kepolisian setempat.

Sekitar 15 menit setelah jenazah Mahbub sampai di rumah duka, pihak keluarga bersama warga langsung menyalati dan memakamkan jenazah Mahbub di Tempat Pemakaman Umum setempat.

Seperti telah diberitakan, M Mahbub Al Hafidz (16), hilang di Sungai Pencongan, Pekalongan sejak Rabu (4/2) sore. Sejak Kamis (5/2) pagi, tim SAR gabungan melakukan pencarian di sekitar lokasi hilangnya korban sampai ke ujung muara. Namun hingga Minggu (8/2) dini hari, tim SAR belum menemukan tubuh korban. Hingga kemudian, tubuh korban ditemukan sudah tak bernyawa, terbawa arus hingga sejauh 200 kilometer ke arah pantai Jepara. (han/ida)