28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Baru Melahirkan, Diminta Menagih Nasabah

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Titik Setyawati. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
Titik Setyawati. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

Di internal BPR Bank Pasar Temanggung, Titik Setyawati, 52, bukan nama yang asing. Ia tak ujug-ujug ditunjuk bupati selaku komisaris BPR, untuk memimpin Perusda tersebut. Titik memulainya dari bawah, sebagai staf BPR Bank Pasar.

ISSATUL HANI’AH, Temanggung

SUDAH dua periode, Bu Titik—sapaan intimnya—dipercaya menjadi direktur utama (Dirut) Perusda Bank Pasar Kabupaten Temanggung. Perempuan kelahiran Temanggung ini, tampak enjoy menikmati pekerjaannya. Baginya, bekerja adalah ibadah. Karenanya, perempuan ayu ini, total bekerja demi membesarkan bank yang dipimpinnya.

Bergelut dengan urusan duit, ternyata sudah menjadi keseharian Titik sejak masih muda. Saat masih duduk di bangku SD, perempuan berhijab ini, bahkan sudah aktif membantu sang ibu berdagang.

Keluarganya yang berlatarbelakang PNS, sudah terbiasa memiliki usaha sampingan. Dari situ, Titik mulai berpikir bahwa aktivitas berjualan, menjadi hal yang mengasyikan.

Beranjak dewasa, Titik membuka usaha sendiri. Tepatnya, warung sembako di pasar. Bangun jam setengah tiga dini hari, sudah menjadi kebiasannya sejak muda. Toh, kuliahnya di salah satu perguruan tinggi jurusan ekonomi Kota Jogja dan Magelang, tetap ia lakoni.

Berbekal gelar sarjana ekonomi, Titik pun melamar pekerjaan di Bank Pasar. “Dalam pikiran saya, kerja di bank, duduk manis di kantor sambil melayani nasabah. Senyum, manis, cantik. Pokoknya asyik. Begitu masuk, oh ternyata begini. Tidak sesuai dengan bayangan saya, karena saya harus ke lapangan nariki (menagih) para nasabah di pasar-pasar,” kenangnya.
Toh, atas nama profesionalitas, Titik tak putus asa. Pekerjaan di lapangan, ia jalani dengan enjoy. Ia pun mengenang kejadian menggelikan saat menjadi penagih uang nasabah.

Ketika itu, Titik baru saja melahirkan anak keduanya. Belum ada empat puluh hari, tiba-tiba pihak bank tempat kerjanya mendatangi rumah. “Ada satu nasabah yang susah dimintai. Dan, itu harus sama saya. Makanya, orang kantor sampai mendatangi saya pakai motor cuma menjalankan tugas itu. Padahal, waktu itu, di rumah lagi banyak tamu saudara dari desa yang mau tilik bayi,” ucapnya.

Ketika itu, orangtua melarang Titik keluar rumah, untuk menagih si nasabah. “Orangtua takut, saya kena angin yang berimbas pada bayi saya. Tapi, saya Bismillah. Niat ingsun menjalankan tugas yang diamanatkan,” tuturnya sembari tertawa, mengenang kejadian itu.

Meski sudah menyandang jabatan bergengsi sebagai direktur utama, di rumah, Titik tetap berperan sebagai suami dan ibu bagi anak-anaknya. Beruntung, sang suami yang merupakan salah satu PNS di lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Temanggung, memahami betul seperti apa dunia kerja Titik. Pun, anak-anaknya.

“Di rumah, saya tetap sebagai seorang istri. Pimpinan di rumah ya suami. Namanya istri, harus tetap mendengarkan apa kata suami. Kalau enggak ya bisa banyak masalah. Lagipula dalam rumah tangga, apa sih yang dicari, tentu saja hidup yang nyaman dan keselarasan kan?” ucapnya, bijak.

Dalam hal pekerjaan, Titik berprinsip untuk menomorsatukan kejujuran. Sebab, pekerjaannya tidak jauh-jauh dari duit rakyat. Lebih tepatnya, duit rakyat itulah yang ia putar.

Titik percaya, akan ada balasan bagi orang-orang yang diberi amanat di kemudian hari, akan dibalas dengan kebaikan bagi yang menjalankan amanat tersebut secara jujur. (*/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -