BARUSARI – Aparat Polrestabes Semarang terus memburu siapa pemasok dextro atau pil koplo maut yang menyebabkan dua warga Gunungpati, Semarang, tewas. Diduga pengedar pil pencabut nyawa itu tinggal tak jauh dari rumah korban. Polisi sendiri sudah mengantongi identitas pelaku. Namun keberadaan orang tersebut masih terus diburu.

Penyidik juga telah memastikan bahwa tewasnya dua warga, yakni Darwadi, 25, dan Eko Riyadi, 30, kedua warga Kalialang RT 01 RW 07, Sukorejo, Gunungpati akibat mengonsumsi obat daftar G jenis dextro atau pil koplo. Hal itu diketahui berdasarkan hasil otopsi tim dokter RSUP dr Kariadi Semarang.

”Penyelidikan masih terus kami kembangkan. Identitas (pemberi pil koplo, Red) sudah kami kantongi,” ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto, Jumat (30/1).

Pihaknya mengaku akan menelusuri jaringan pengedar pil koplo yang membuat nyawa dua warga tersebut jadi tumbal. Mengenai informasi bahwa pelaku pengedar pil koplo tersebut warga tak jauh dari tempat tinggal korban, Sugiarto mengaku masih menyelidiki.

Dikatakannya, pemberi obat itu bakal terancam hukuman berat. Dasar hukumnya pasal 204 KUHP, yang isinya: barang siapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, dan sifat berbahaya itu tidak diberi tahu, maka diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

”Bahkan jika terpenuhi unsur pada ayat 2, yakni menyebabkan orang meninggal, pelaku terancam hukuman penjara seumur hidup,” tandasnya.

Sugiarto berjanji akan mengusut secara cepat. Mengingat identitas pelaku yang dimaksud telah diketahui identitasnya. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat, satu atau dua hari bisa ditangkap,” ujarnya.

Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Siapa pemberi pil koplo tersebut, mengarah kepada orang yang dimaksud.

Seperti diketahui, dua warga Kalialang RT 01 RW 07, Sukorejo, Gunungpati, Semarang, tewas akibat mengonsumsi pil dextro atau sering disebut pil koplo. Keduanya diduga mengalami overdosis setelah menenggak sejumlah pil yang termasuk obat daftar G tersebut di sebuah rumah kosong di Perumahan Taman Sentosa, Gunungpati, Rabu (28/1) malam. Kedua korban adalah Darwadi, 25, dan Eko Riyadi, 30. Darwadi ditemukan terkapar di TKP, Kamis (29/1) sekitar pukul 06.00. Sedangkan Eko mengembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat di RSUP dr Kariadi sekitar pukul 00.00. (amu/aro/ce1)