PROTES: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi damai memprotes aksi pelecehan Nabi Muhammad dalam bentuk apapun, Jum'at(23/1). Aksi tersebut juga mengajak umat muslim agar tidak bersikap apatis terhadap isu ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
PROTES: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi damai memprotes aksi pelecehan Nabi Muhammad dalam bentuk apapun, Jum'at(23/1). Aksi tersebut juga mengajak umat muslim agar tidak bersikap apatis terhadap isu ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
PROTES: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi damai memprotes aksi pelecehan Nabi Muhammad dalam bentuk apapun, Jum’at(23/1). Aksi tersebut juga mengajak umat muslim agar tidak bersikap apatis terhadap isu ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ratusan aktivis yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berharap agar pelaku penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui kartun yang dilakukan oleh redaksi Tabloid Charlie Hebdo, dihukum mati. Harapan itu disuarakan melalui aksi damai di bundaran Eks Videotron Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (23/1) siang.

Mereka geram karena penghinaan Nabi Muhammad SAW melalui kartun yang dilakukan oleh Tabloid Charlie Hebdo tersebut telah berkali-kali. ”Jika didiamkan, hal ini menjadi kelemahan umat Islam sedunia yang kini berjumlah lebih 1,6 miliar, terbukti tidak mampu menghentikan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Itu tindakan keji yang berulang-ulang,” tandas Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Tengah, Muhammad Ismail Yusanto, dalam orasinya.

Dia menuntut, pelaku penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dihukum mati, bila dia seorang muslim. Bila pelakunya adalah orang kafir, Yahudi, atau Nasrani, juga dihukum mati. Kecuali dia bertaubat dan masuk Islam. ”Redaksi Charlie Hebdo dan pemerintah Perancis harus menghentikan segala bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan menarik kembali sebanyak 3 juta eksemplar tabloid edisi terbaru yang telah disebarkan dengan memuat kartun-kartun penghinaan tersebut,” tandasnya. (amu/zal/ce1)