Johan Yoga Utama Urung Bergabung

51
NEGO ALOT: Striker asal Kota Semarang Johan Yoga Utama (kanan) saat menjalani seleksi beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri Semarang. Johan gagal direkrut lantaran harga kontrak tawaran PSIS dinilai terlalu rendah. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
NEGO ALOT: Striker asal Kota Semarang Johan Yoga Utama (kanan) saat menjalani seleksi beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri Semarang. Johan gagal direkrut lantaran harga kontrak tawaran PSIS dinilai terlalu rendah. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
NEGO ALOT: Striker asal Kota Semarang Johan Yoga Utama (kanan) saat menjalani seleksi beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri Semarang. Johan gagal direkrut lantaran harga kontrak tawaran PSIS dinilai terlalu rendah. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Setelah menjalani fase negosiasi yang alot, PSIS Semarang akhirnya gagal mendapatkan tanda tangan bomber muda Johan Yoga Utama. Dalam masa tenggat proses negosiasi eks striker Martapura FC itu hingga kemarin, kedua belah pihak tak mencapai kata sepakat.

Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho ditemui kemarin mengatakan, keputusan manajemen PSIS untuk menyudahi negosiasi lantaran selama lebih dari dua pekan proses negosiasi dengan striker asal Semarang itu menemui jalan buntu. “Memang kami belum berhasil mencapai kata sepakat dengan Johan sampai tenggat yang telah kami sepakati bersama. Ya, tidak masalah bagi kami hal itu biasa dalam sepak bola profesional,” kata Agung ditemui di Knator PSIS Jalan Ki Mangun Sarkoro kemarin.

Johan sendiri sebenarnya memang diharapkan manajemen maupun tim pelatih PSIS untuk bisa berkostum biru-biru musim ini menyusul saat ini tim berjuluk Mahesa Jenar itu baru memiliki satu stok bomber yaitu Hari Nur Yulianto.

Di awal proses negosiasi beberapa waktu lalu, pemain berjuluk ‘si anak hilang’ itu sebenarnya juga telah menyatakan ingin kembali bertempur bersama tim asal kelahirannya setelah melanglang buana di berbagai klub di Indonesia. “Namun memang PSIS dan Johan musim ini sepertinya belum berjodoh. Ya prinsipnya kami juga tidak ingi proses negosiasi ini berlarut sehingga Johan juga bisa segera menentukan nasibnya,” sambung mantan Manajer PSIS itu.

Dengan gagal bergabungnya Johan, otomatis saat ini tim pelatih serta manajemen PSIS harus segera mengalihkan perburuan mereka. Beberapa nama saat ini tengah dijajaki manajemen untuk kemungkinan dilihat kualitas serta kondisinya di Stadion Jatidiri. “Posisi striker salah satu pos yang menjadi prioritas kami. Ya harapannya sih dalam pekan ini ada beberapa striker yang datang untuk dipantau kualitas dan kondisinya oleh tim pelatih setelah itu kalau memang direkomendasikan ya akan langsung menjalani proses nego dengan manajemen,” bebernya.

Sementara masih soal perekrutan pemain, siang (19/1) kemarin bek asal Ternate, Safrudin Tahar telah resmi melakukan penandatanganan kontrak. Saat ini eks pemain belakang PSM Makassar itu menjadi pemain ke 18 yang telah direkrut tim pelatih Laskar Mahesa Jenar. “Pastinya senang bisa berkesempatan kembali ke PSIS. Apalagi musim ini banyak pemain-pemain lama yang bertahan sehingga harapannya tim bisa langsung in menghadapi kompetisi,” kata Safrudin Tahar kemarin. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here