LEMAS : Kastono (ayah korban) terduduk lemas di rumahnya usai mengetahui anaknya hilang, diduga hanyut di sungai sedalam lima meter. (Fais Urhanul Hilal/ Radar Semarang)
LEMAS : Kastono (ayah korban) terduduk lemas di rumahnya usai mengetahui anaknya hilang, diduga hanyut di sungai sedalam lima meter. (Fais Urhanul Hilal/ Radar Semarang)
LEMAS : Kastono (ayah korban) terduduk lemas di rumahnya usai mengetahui anaknya hilang, diduga hanyut di sungai sedalam lima meter. (Fais Urhanul Hilal/ Radar Semarang)

KAJEN-Lepas dari pengawasan orang tua, bocah enam tahun diduga tenggelam di Sungai Desa Kalirejo Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, kemarin siang. Meski tim SAR gabungan sudah dikerahkan, namun upaya penyisiran sungai sedalam empat hingga lima meter itu, belum membuahkan hasil.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, bocah bernama Akbar Yudiyono tersebut awalnya bermain di tepi sungai tak jauh dari rumahnya di Dukuh Kalisih Wetan, Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Minggu (11/1) siang kemarin.

Ayah korban, Kastono, 50, mengatakan bahwa sebelum diketahui menghilang, dirinya masih melihat anaknya bermain di tepi sungai. “Setelah itu, saya tinggal salat dan makan. Lalu saya kembali, anak saya sudah tidak ada,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Senin (12/1) kemarin.

Mengetahui hal itu, Kastono kelimpungan. Sebab, dirinya hanya menemukan pakaian anaknya, kaos, celana dan sandal, di tepi sungai. Penemuan pakaian itu mengarahkan bahwa anak bungsu dari lima bersaudara itu hanyut terbawa arus sungai. “Dia anak bungsu dari lima bersaudara. Anaknya memang agak begitu (keterbelakangan mental, red). Kadang juga sering pergi,” imbuhnya lemas.

Kejadian tersebut, akhirnya dilaporkan ke Polres Pekalongan. Anggota tim SAR gabungan pun turun membantu melakukan pencarian korban. “Kami masih melakukan penyisiran sungai. Namun, sampai saat ini belum ada hasil,” ungkap seorang relawan.

Dikatakan dia, upaya pencarian tersebut terkendala derasnya arus sungai karena banjir. Selain itu, lokasi yang berdekatan dengan tumbuhan bambu juga menjadi penghalang tim SAR untuk menjangkau dasar sungai. “Kami terkendala arus deras sungai yang dipenuhi banyak bambu,” timpalnya.

Hingga, kemarin sore, upaya pencarian terus dilakukan. Sementara pihak keluarga hanya bisa berharap korban segera ditemukan. (hil/ida)