30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Petugas Pergi, Pedagang Kembali Dagang

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

GANGGU AKSES: Petugas Satpol PP Kota Salatiga saat menertibkan pedagang buah yang berjualan di bahu jalan kawasan Pasar Raya I, kemarin. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
GANGGU AKSES: Petugas Satpol PP Kota Salatiga saat menertibkan pedagang buah yang berjualan di bahu jalan kawasan Pasar Raya I, kemarin. (Munir Abdillah/Radar Semarang)

SALATIGA— Satpol PP Kota Salatiga menertibkan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Raya I yang menempati bahu jalan. Keberadaan PKL tersebut dianggap mengganggu kelancaran arus lalu lintas, lantaran badan jalan menjadi sempit. Ironisnya, setelah petugas pergi, para PKL kembali berjualan di titik semula.

Ketua Satpol PP Kusumo Aji, mengatakan, keberadaan PKL sudah menyalahi aturan, karena memakan badan jalan. Selain terlihat semrawut, keberadaannya juga mengganggu arus lalu lintas. “Ini hari pertama tahun 2015 petugas satpol PP bekerja, penertiban untuk sementara ini kita fokuskan pada penertiban PKL yang menutup jalan. Di jalan masuk pasar sampai pasar Blauran kita siagakan petugas untuk pengaturan kendaraan yang melintas di jalan pasar,” katanya.

Selain di kawasan Pasar Raya I, penertiban PKL juga akan dilakukan di bahu Jalan Taman Makam Pahlawan. Karena kawasan tersebut harusnya bebas dari PKL. Menurutnya, pemkot sebenarnya sudah memberikan fasilitas tempat untuk para PKL, tapi tidak dimanfaatkan dengna baik dan justru memilih berjualan di kawasan larangan. “Kalau tidak segera ditertibkan, ditakutkan akan semakin menjamur dan sulit untuk dikendalikan. Oleh karena itu kita akan lakukan penertiban secara rutin,” katanya.

Disinggung sanksi yang akan diterapkan terhadap PKL yang melanggar, Aji menyatakan, sanksi dilakukan secara bertahap. Untuk pertama dilakukan pembinaan dulu, peringatan, hingga mengenakan tindak pidana ringan (tipiring) sesuai amanat Perda. Selain PKL, Satpol PP juga akan mengintensifkan razia terhadap bangunan-bangunan yang pemiliknya belum mengurus izin IMB.

Berdasarkan pengamatan Radar Semarang di lapangan, masih banyak PKL yang menjual barangnya di bahu jalan. Ketika diperingatkan oleh petugas mereka beramai-ramai menutup dagangan mereka, tapi ketika petugas pergi mereka kembali buka. Kondisi jalan pasar masih semrawut. Beberapa motor saling tabrak karena padat merayap. Ditambah kondisi setelah hujan, kondisi jalan becek dan bau. (mg14/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Dapat Satu Sak, Petani Minta Tambah

TEMANGGUNG - Petani tembakau di wilayah Kecamatan Bulu, Ngadirejo, dan Wonoboyo menerima bantuan pupuk dari Pemkab Temanggung. Serah terima pupuk berupa 240 ton pupuk...

Himpaudi Tuntut Kesetaraan Status

KENDAL—Para Guru PAUD usia kelompok bermain (KB) dan  Taman Pendidikan Anak (TPA) yang tergabung dalam Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kendal menuntut...

Beraksi di 14 TKP, Terperangkap di Gang Buntu

SEMARANG - Dua jambret yang telah beraksi di 14 tempat kejadian perkara (TKP), akhirnya terperangkap di gang buntu saat berusaha kabur. Keduanya juga sempat...

Hanya 15 Persen Warga Miliki Detail Perencanaan Finansial

KESADARAN masyarakat Indonesia terhadap perencanaan finansial keluarga masih sangat rendah. Tercatat, hanya 15 persen masyarakat yang memiliki perencanaan finansial secara detail. Hal itu memacu...

More Articles Like This

- Advertisement -