TANJUNG MAS – Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Riadi Bayu Kristianto, menyatakan, penanganan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan ruas Jalan Kokrosono 2013 senilai Rp 2,3 miliar masih berjalan. Menurutnya, saat ini masih dalam tahap penyidikan dan akan segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.

”Tidak benar kalau dikatakan mandek. Penanganan kasus korupsi harus melibatkan instansi luar dalam menghitung kerugian negara. Hitung-hitungan ini tidaklah mudah,” ungkapnya membantah segala tudingan jika kasus ini sengaja dihentikan.

Bayu menegaskan, pihaknya masih menunggu laporan dari Badan Pengawasan keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng selaku pihak yang berwenang. Dalam penangananan kasus ini, penyidik Cabjari telah memeriksa semua saksi-saksi. ”Untuk pemeriksaan terhadap tersangka kami belum tahu. Mungkin detailnya kepada penyidik,” katanya.

Disinggung terkait dua tersangka yang telah ditetapkan, namun tak kunjung ditahan, Bayu mengakui masih mempertimbangkannya. Dalam hal ini menjadi kewenangan dari penyidik. Menurutnya, selama ini tidak ada hambatan dalam penyidikan. ”Tidak ada hambatan, tidak ada kendala,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, Cabjari telah menetapkan dua tersangka. Yakni, Direktur CV Bintang Sembilan berinisial J pada awal Juni lalu dan tersangka benisial SR yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Bina Marga Semarang. Namun hingga sekarang keduanya belum dilakukan penahanan. (fai/aro/ce1)