TUNTANG- Proyek reaktivasi jalur kereta api (KA) Stasiun Kedungjati, Kabupaten Grobogan hingga Stasiun Tuntang, Kabupaten Semarang, sebanyak 27 paket pekerjaan Desember 2014 ini selesai. Secara teknis seluruh pekerjaan sudah sesuai dengan ketentuan. Namun yang perlu diwaspadai dan butuh pengawasan dan penanganan ekstra adalah terjadinya longsoran tanah di beberapa titik karena bekas septiktank.

Konsultan Pengawas Proyek reaktivasi jalur kereta api (KA) Stasiun Kedungjati-Tuntang, PT Dardela, Arista Gunawan mengatakan, dari sisi teknis pekerjaan sudah baik dan sesuai yang ditentukan. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada sedikit kerusakan karena kendala alam. Sehingga perlu adanya pengawasan di sepanjang jalur yang telah dikerjakan tersebut. Arista melihat di beberapa titik wilayah perlu pengawasan dan perawatan extra.

“Yang diwaspadai karena ada kemungkinan longsor dari kantong-kantong air bekas septiktank milik sejumlah warga yang berukuran besar. Ini menjadi membahayakan, sebab setelah dilakukan pengeprasan tanah posisi septiktank ada di atas dan rel kereta ada di bawahnya. Bisa jadi sewaktu-waktu jebol dan membahayakan kereta,” tutur Arista, Senin (29/12) kemarin.

Untuk mengatasi masalah tersebut dipasang retaining wall atau talut. Hanya saja belum semua jalur yang di kanan dan kiri rel berbukit itu dipasang retaining wall. Sebab masih belum ada anggaran dan keterbatasan waktu. “Dari sisi perencanaan memang sudah kita proteksi dengan retaining wall agar nantinya setelah KA dioperasikan tidak terjadi longsoran. Tapi belum semua dipasang retaining wall,” imbuhnya.

Selain bahaya jebolnya septiktank, juga ada beberapa titik di sekitar stasiun Kedungjati yang perlu pengawasan ekstra. Sebab tanah tersebut bekas pasar dan dulunya untuk menimbun segala macam sampah, sehingga tanahnya gembur. Jika tidak ditangani secara baik rel bisa ambles. Masalah tersebut sebenarnya sudah diatasi dengan mengeruk tanah lama diganti dengan tanah baru.

Ditambahkan Humas Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Perkeretaapian Jateng Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, M. Yani, secara teknis semua sudah cukup aman. Tetapi alam tidak bisa diajak kompromi. Sehingga untuk menghindari masalah-masalah tersebut pihaknya rutin melakukan inspeksi. “Jika ada saluran-saluran air tersumbat maka langsung dilakukan pembersihan agar lancar sehingga tidak terjadi longsor karena tanahnya tergerus air,” imbuhnya.
Yani mengatakan, ada 27 paket pekerjaan pada tahap pertama yakni pembangunan jalur KA, stasiun, persinyalan serta sarana dan prasarana pendukung sekitar penataan saluran air lingkungan. Secara keseluruhan pekerjaan tersebut telah selesai dan saat ini masuk pada masa pemeliharaan. (tyo/zal)