GANGGU LALU LINTAS: Sudah dua pekan ini, banjir dan rob menggenangi Jalan Muktiharjo Raya Kota Semarang. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
GANGGU LALU LINTAS: Sudah dua pekan ini, banjir dan rob menggenangi Jalan Muktiharjo Raya Kota Semarang. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
GANGGU LALU LINTAS: Sudah dua pekan ini, banjir dan rob menggenangi Jalan Muktiharjo Raya Kota Semarang. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Genangan banjir rob yang terjadi sejak 15 hari belakangan ini di Jalan Muktiharjo Raya terus meninggi. Bahkan, tingginya kini sudah mencapai 50 sentimeter dengan panjang 100 meter lebih.

Pantauan Radar Semarang di lapangan Minggu (28/12) kemarin, kondisi air yang menggenangi Jalan Muktiharjo Raya merupakan jalur padat pengendara. Terlihat, banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang mogok saat melintasi genangan tersebut lantaran ketinggian air hingga mencapai mesin dan knalpot kendaraan.

Di Jalan Barito juga tergenang, meski lebih rendah dibanding genangan air di Jalan Muktiharjo Raya. Sehingga para pengendara roda dua maupun roda empat masih aman saat melintasi jalan tersebut.

”Begitu berpapasan dengan mobil lewat, air genangan langsung menyiram knalpot saya. Jadinya mogok,” kata seorang pengendara warga Purwosari, Abel Anjas, 17, kepada Radar Semarang, Minggu, (28/12) kemarin.

Hal sama diungkapkan, Karjani, 51, tukang ojek yang mangkal di Jalan Muktiharjo. ”Kalaupun tidak hujan, air laut naik pasti tergenang. Apalagi musim hujan, jalan ini pasti banjir. Tadi pagi puluhan orang yang naik motor banyak yang mogok karena genangan air mencapai 50 sentimeter,” katanya.

Menurutnya, banjir terjadi setiap tahun karena struktur jalan di kawasan tersebut sangat rendah. Selain itu, saluran air menuju pembuangan juga buntu.

”Jalan ini harus ditinggikan. Kalau tidak, ya banjir terus. Kasihan warga yang berangkat kerja. Belum lagi kalau ada kereta lewat, pasti palang pintu perlintasan tertutup, banyak yang harus berhenti di tengah-tengah genangan air,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kabid Pemanfaatan Jalan dan Jemabatan Dinas Bina Marga Kota Semarang, Sukardi berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam mengatasi genangan air di lokasi tersebut.

”Kami masih berkoordinasi dengan Dinas PSDA dan ESDM terlebih dahulu. Genangan itu permasalahannya di saluran air atau bangaimana, nanti akan terlihat. Jadi kami masih mencari solusinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Tata Air PSDA dan ESDM Kota Semarang, Kumbino mengaku sudah melakukan perbaikan saluran di tempat tersebut. Hanya saja, saluran air itu terkendala adanya pembangunan redimix oleh perusaahan Jaya Mix. ”Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Jayamix untuk melakukan pembongkaran redimix di kawsan tersebut. Nantinya pihak Jayamix yang akan melakukan pembongkaran sendiri,” pungkasnya. (mha/ida/ce1)