GALANG DANA : Para pelajar SMA I Bojong berpakaian seram saat melakukan penggalangan dana untuk korban tanah longsor Banjarnegara. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)
 GALANG DANA : Para pelajar SMA I Bojong berpakaian seram saat melakukan penggalangan dana untuk korban tanah longsor Banjarnegara. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)

GALANG DANA : Para pelajar SMA I Bojong berpakaian seram saat melakukan penggalangan dana untuk korban tanah longsor Banjarnegara. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)

KAJEN- Warga Kabupaten Pekalongan dikagetkan dengan keberadaan para “zombie” di sejumlah pasar tradisional kemarin. Kedatangan sosok seram yang biasa disebut mayat hidup dalam film horor tersebut ternyata merupakan kostum yang dikenakan para pelajar SMA I Bojong saat menggalang dana untuk korban tanah longsor di Banjarnegara.

Penggunaan make up dan kostum seram tersebut dilakukan pada hari ketiga dari empat hari pelaksanaan penggalangan dana untuk korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara.

Kepala SMA I Bojong, Heti Puryanti mengatakan, pihaknya menyambut positif atas ide kreatif siswanya. Pada pelaksanaan hari ketiga tersebut, penggalangan dana menyasar tiga pasar tradisional yakni Pasar Kedungwuni, Pasar Wonopringgo dan Pasar Karanganyar. “Pada hari ke tiga, siswa sejak pagi sudah berkumpul di sekolah untuk ber make up zombie. Mereka terbagi dalam tiga kelompok,” ungkapnya, kemarin.

Heti memaparkan, para siswa merupakan pengurus OSIS, Ambalan Penegak Taruna Ikhlas Bhakti, Palang Merah Remaja, Duta Lingkungan Hidup, serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) sekolah tersebut. (mg8/ric)