Sebulan, Pembunuh Dian Belum Terungkap

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

RADAR SEMARANG
RADAR SEMARANG

BARUSARI – Sudah sebulan lebih, tim Reserse Kriminal Polrestabes Semarang belum juga berhasil mengungkap kasus pembunuhan mantan karyawati Roti Swiss, Dian Dwi Puryani, 30. Kendati sejumlah saksi sudah diperiksa untuk mengusut pelaku pembunuhan sadis yang terjadi di hutan wisata Tinjomoyo, Gunungpati Selasa (11/11) lalu.

Sebelumnya, tim Polrestabes Semarang telah memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya memeriksa suami korban, Lilik Sugiarto, 33, yang sudah pisah ranjang. Namun demikian, penyidik tidak menemukan unsur pidana. Selain itu, sudah memeriksa saksi-saksi, baik dari kerabat maupun teman dekat korban, di antaranya Apat Sudrajat, 53, ayah kandung korban. Namun hingga kini belum satu pun yang memenuhi unsur pidana.

Hal yang mengakibatkan belum terungkapnya kasus pembunuhan warga Kaliwiru Gang 2 Nomor 45 RT 5 RW 2, Kaliwiru, Candisari, Semarang tersebut, di antaranya tidak ditemukannya saksi yang mengetahui pembunuhan langsung. Bahkan, tidak diketahui dengan siapa korban pergi. Sejumlah keterangan saksi yang telah dimintai keterangan masih simpang siur. Hal itu menambah panjang proses pengusutan menjadi rumit. ”Kasus pembunuhan ini menjadi prioritas jajaran Polrestabes Semarang untuk segera diungkap. Bahkan kami telah membentuk tim khusus,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Djihartono.

Sedangkan Wakil Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Jateng, Agus Hermanto menyemangati penyidik Polrestabes Semarang agar tidak boleh patah arang, tetap harus diungkap. Pihaknya yang mengikuti perkembangan kasus ini, mengakui kesulitan penyidik.

”Saya sendiri tahu persis kesulitan kepolisian. Namun tim kepolisian tidak boleh patah arang. Polisi harus lebih keras dan lebih jeli lagi dengan menempuh berbagai macam cara. Tidak boleh dihentikan,” kata Agus saat dimintai komentar Radar Semarang, Selasa (16/12).

Misalnya, lanjut Agus, menelusuri jejak IT melalui CCTV milik sejumlah warga. Bisa juga, perjalanan korban saat menuju ke lokasi kejadian di hutan wisata Tinjomoyo, terekam CCTV milik warga. ”Saya tidak tahu apakah hal itu sudah dilakukan oleh pihak kepolisian apa belum. Menurut saya hal itu perlu dilakukan,” cetusnya.

Dikatakan Agus, sekecil apa pun informasi baru harus ditindaklanjuti dan dikembangkan. Berbagai macam cara bisa dilakukan untuk menelusuri jejak pelaku pembunuhan, sehingga penyelidikan kepolisian tidak berhenti. ”Sangat dimungkinkan, sejumlah rumah di sepanjang jalan menuju hutan wisata Tinjomoyo terpasang CCTV. Saya kira polisi bisa mengusut melalui itu. Misalnya rumah kos ataupun rumah warga yang terpasang CCTV,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Dian Dwi Puryani, 30, ditemukan tewas akibat dibunuh pada Selasa (11/11). Dian sebelum ditemukan meninggal telah pisah ranjang dengan suaminya kurang lebih sejak 2 tahun. Ia tinggal bersama dua anaknya, yakni anak pertama berusia 7 tahun dan anak kedua berusia 2,5 tahun. Di antara keterangan saksi ada yang menyebut korban pergi sejak hari Sabtu (8/11) bersama pria tak dikenal setelah dijemput di rumahnya Jalan Kaliwiru II nomor 45, Kelurahan Kaliwiru, Kecamatan Candisari, Semarang. Namun tampaknya di antara saksi lain memberi keterangan berbeda, disebutkan bahwa korban pergi berjalan kaki pada hari Minggu pagi (9/11).

Korban juga diketahui tidak menggunakan perangkat telekomunikasi handphone sejak 2 minggu sebelum ditemukan meninggal. Sehingga menyulitkan tim kepolisian melacak jejak komunikasi terakhir dengan orang-orang dekat korban. (amu/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -