LUDES: Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar bahan baku kayu lapis di gudang kayu PT Kayu Sengon Indonesia di Jalan Raya Sukarno Hatta Km 32, kemarin. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 LUDES: Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar bahan baku kayu lapis di gudang kayu PT Kayu Sengon Indonesia di Jalan Raya Sukarno Hatta Km 32, kemarin. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

LUDES: Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar bahan baku kayu lapis di gudang kayu PT Kayu Sengon Indonesia di Jalan Raya Sukarno Hatta Km 32, kemarin. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Sebuah gudang kayu milik PT Kayu Sengon Indonesia (KSI) di Jalan Raya Sukarno Hatta Km 32 Harjosari, Bawen, Selasa (16/12) pukul 09.30 terbakar. Ratusan kubik kayu milik perusahaan pemodal asing itupun ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Menurut pekerja lepas di PT KSI, Junaedi, 36, kali pertama api diketahui sejumlah karyawan di bagian gudang. Ketika itu melihat asap tebal keluar dari dalam salah satu mesin oven kayu. Kebetulan saat itu sedang ada pengerjaan pengeringan kayu dengan oven. Kebakaran itu diperkirakan karena pengoperasian oven terlalu lama. Sehingga suhu dalam oven melebihi batas dan kayu-kayu tersebut terbakar. “Begitu melihat, karyawan langsung berlarian keluar karena takut ada yang meledak. Selanjutnya karyawan lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya,” tutur Junaedi.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Semarang dan PT Apac Inti Corpora langsung datang ke lokasi kejadian untuk melokalisir agar api tidak merembet ke bagian lainnya. Apalagi di sekitar lokasi kejadian ada sejumlah pabrik. Setelah tiga jam bergelut, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api.

Kapolsek Bawen, AKP Mulyadi mengatakan, secara pasti apa penyebabnya masih akan didalami. Diduga kebakaran disebabkan karena pengoperasian oven kayu terlalu lama, padahal kayu-kayunya sudah pada kering sehingga mudah terbakar. “Kayu yang terbakar itu jenis sengon sebagai bahan baku untuk kayu lapis. Untuk berapa kerugiannya masih belum diketahui secara pasti,” ujarnya.

Informasinya pabrik ini pindahan dari pabrik yang ada di depan Jembatan Timbang Klepu, Bergas. Baru pindah sekitar tiga bulan lalu dan operasional satu bulan terakhir. “Kami lihat pabrik ini tidak layak operasional, sebab tidak ada upaya pengamanan seperti ketersediaan alat pemadam kebakaran maupun hidran,” tutur Mulyadi.

Sementara itu dari pihak perusahaan yang kebanyakan warga negara asing asal Korea belum ada yang mau memberikan penjelasan. Bahkan saat dimintai keterangan oleh penyidik Unit II Polres Semarang mereka menolak berbicara. (tyo/zal)