DIES NATALIS: Sudhamek AWS, Chairman Garuda Food saat menjadi narasumber dalam acara Talkshow yang mengangkat tema "Striving for a Never-Ending Excellence", Jumat (5/12) malam di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). (Dinar Sas/Radar Semarang)
DIES NATALIS: Sudhamek AWS, Chairman Garuda Food saat menjadi narasumber dalam acara Talkshow yang mengangkat tema "Striving for a Never-Ending Excellence", Jumat (5/12) malam di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). (Dinar Sas/Radar Semarang)
DIES NATALIS: Sudhamek AWS, Chairman Garuda Food saat menjadi narasumber dalam acara Talkshow yang mengangkat tema “Striving for a Never-Ending Excellence”, Jumat (5/12) malam di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). (Dinar Sas/Radar Semarang)

SALATIGA – Seorang entrepreneur sukses tidak lahir hanya dari faktor genetik atau bakat saja. Entrepreneur sukses adalah orang yang mampu melihat dan menangkap peluang bisnis terlebih jika ditunjang dengan memiliki faktor genetik.
“Namun demikian, entrepreneurship bisa dipelajari melalui sistem manajemen stratejik, karena perlu memiliki managerial skill. Untuk dapat menjadi entrepreneur sejati, harus dibangun leadership dan harus membangun budaya pembelajaran yang tiada henti dan transformasi diri yang berkelanjutan,” papar Sudhamek AWS, Chairman Garuda Food saat menjadi narasumber dalam acara Talkshow yang mengangkat tema “Striving for a Never-Ending Excellence”, Jumat (5/12) malam di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Talkshow yang diikuti ratusan civitas akademika FEB UKSW ini digelar dalam rangka Dies Natalis ke-55 FEB UKSW yang jatuh pada Jumat, 5 Desember lalu. Sudhamek yang juga seorang alumni FEB UKSW didaulat untuk menjadi narasumber tunggal, berbagi kunci suksesnya didunia bisnis.

Lebih jauh Sudhamek menuturkan, untuk memiliki bisnis yang hebat, hal pertama yang diperlukan adalah memiliki sebuah ide bisnis yang hebat. Namun, sebuah ide bisnis yang hebat saja tidak cukup. Teknologi dan inovasi, brand reputation, networking dan juga people dan budaya juga harus dikuasai agar sebuah bisnis dapat berhasil.

Acara talkshow dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor III UKSW Arief Sadjiarto, dan dihadiri Pembantu Rektor IV UKSW Martha Nandari S. Handoko serta pimpinan FEB UKSW. Sebelum talkshow, rangkaian dies FEB diawali dengan ibadah syukur dan setelah talkshow acara dilanjutkan dengan penyuguhan opera dengan judul “Perjuangan Bandung Bondodonya Menaklukan Hati Rara Jigrang” yang dimainkan oleh dosen dan staff FEB UKSW.(sas/zal)