KOMPAK: Paduan Suara dan Orkestra Fakultas Seni Pertunjukkan (FSP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam Konser Oratorio Natal di Hall Gereja Bethel Indonesia (GBI) Hasanuddin Salatiga. (Dinar Sas/Radar Semarang)
KOMPAK: Paduan Suara dan Orkestra Fakultas Seni Pertunjukkan (FSP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam Konser Oratorio Natal di Hall Gereja Bethel Indonesia (GBI) Hasanuddin Salatiga. (Dinar Sas/Radar Semarang)
KOMPAK: Paduan Suara dan Orkestra Fakultas Seni Pertunjukkan (FSP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam Konser Oratorio Natal di Hall Gereja Bethel Indonesia (GBI) Hasanuddin Salatiga. (Dinar Sas/Radar Semarang)

SALATIGA – Alunan musik klasik menghangatkan suasana di dalam Hall Gereja Bethel Indonesia (GBI) Hasanuddin Salatiga, Kamis (4/12) malam. Alunan musik merdu tersebut berasal dari Paduan Suara dan Orkestra Fakultas Seni Pertunjukkan (FSP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam Konser Oratorio Natal.

Tak hanya tampil apik namun ada yang spesial pada konser yakni konduktor konser Ulrich Kramër yang berkebangsaan Jerman. Dalam konser yang terbagi menjadi dua bagian ini disuguhkan 22 repertoar yang diambil dari Weihnachtsoratorium (BWV 248) atau Christmas Oratorio karya Johann Sebastian Bach seorang komponis Periode Barok.

Dibuka dengan repertoar pertama berjudul Jauchzet, frohlocket! Auf, preiset die Tage, repertoar demi repertoar mengalir dengan lembut seakan mampu menghipnotis ratusan penonton yang memadati hall gereja semalam. Bagian pertama ini menceritakan kisah Natal mengenai kelahiran Yesus. Sedangkan di bagian kedua merupakan cerita pujian dari gembala. Tepuk tangan meriah dari ratusan penonton menggema saat repertoar terakhir dialunkan.

Mengenakan pakaian serba hitam, 4 solois yang didukung oleh 41 anggota paduan suara, serta 27 musisi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa FSP UKSW tampil dengan performa terbaiknya sepanjang satu jam pertunjukkan. Keempat solois tersebut adalah Eriyani Tenga Lunga (Soprano), Elvira Hoesein Radia (Alto), Jolies Firman Dicky (Tenor), dan Felix Avianto Hendrasmoro (Bass). Konser semalam merupakan kerja sama antara FSP UKSW dengan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Tak sedikit warga negara asing yang turut hadir untuk menikmati konser tersebut.

Ditemui dalam sebuah kesempatan, Ulrich Kramër, sang konduktor mengawali kariernya sebagai konduktor pada Protestan Church Choir Schollbrunn (Odenwald). Ia menuturkan mahasiswa yang tergabung dalam Paduan Suara dan Orkestra FSP UKSW sangat tertarik untuk belajar musik klasik. Dalam waktu yang singkat, Ulrich mengaku lebih menekankan pada latihan pronunciation bahasa Jerman.“Diawal memang ada beberapa kesulitan yang ditemui, mahasiswa cukup sulit melafalkan kalimat-kalimat dalam bahasa Jerman. Namun dengan tingginnya antusias mahasiswa untuk belajar maka semua kendala tersebut dapat kami atasi bersama,” imbuh Ulrich. (sas/zal)