INTEROGASI: Dua pelaku pemerasan saat diinterogasi oleh petugas di Mapolres Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
INTEROGASI: Dua pelaku pemerasan saat diinterogasi oleh petugas di Mapolres Salatiga, kemarin.  (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
INTEROGASI: Dua pelaku pemerasan saat diinterogasi oleh petugas di Mapolres Salatiga, kemarin.
(MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Aparat Polres Salatiga berhasil menangkap dua orang pelaku pemerasan yang mengatasnamakan petugas kepolisian dari unit narkoba. Dengan modus tersebut, pelaku diduga memeras warga hingga jutaan rupiah. Kasus ini terungkap setelah korban melapor peristiwa yang dialaminya ke Mapolres.

Kedua orang yang ditangkap adalah Jemmy R, 44, warga Jalan Diponegoro Klojen, Malang dan Thomas, 38, warga Jambesari, Kutowinangun Tingkir. Korbannya adalah Albert, warga Salatiga. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat korban menggadaikan telepon genggamnya kepada Jemmy senilai Rp 600 ribu. Setelah digadai, ternyata di dalamnya terdapat sejumlah pesan singkat yang diindikasikan adanya transaksi narkoba. “Jemmy kemudian mengabarkan hal tersebut kepada Thomas. Belakangan keduanya muncul niatan mengerjai korban dengan meminta uang tebusan telepon menjadi Rp 2,3 juta. Jika tidak memberi sesuai permintaan maka akan diserahkan kepada aparat,” terang Kasubag Humas Polres Salatiga, AKP Joko Lelono kepada Radar Semarang.

Thomas kepada petugas saat diperiksa menyatakan, dirinya setelah diberitahu oleh Jemmy, kemudian mengaku biasa mengurus orang yang terlibat narkoba. “Saya ditanya pekerjaan, ya saya jawab bahwa saya biasa mengurusi pelaku narkoba,” terang Thomas.

Hingga kemarin siang, keduanya diperiksa secara intensif oleh penyidik di ruang Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Salatiga. Petugas menjerat pelaku dengan pasal 368 KUHP dan tengah mengembangkan kasus tersebut.(sas/zal)