SEMARANG – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) tinggal dua pekan lagi. Namun even yang akan digelar 6 Desember di Semarang dengan agenda utama pemilihan ketua umum KONI Jateng antarwaktu menggantikan Tutuk Kurniawan yang mengundurkan diri ini masih belum terasa grengseng-nya.

Agenda pendaftaran dan penjaringan calon ketua umum memang belum dilaksanakan. Saat ini panitia masih akan membahas tata tertib terkait musorprovlub, termasuk mekanisme pemilihan ketua umum. Namun tampaknya bursa ketua umum masih sepi peminat.

Hingga kemarin, baru ada tiga nama yang menyatakan siap maju dan bersaing. Ketiganya adalah Wakil Ketua II (Bidang Pembinaan Prestasi) KONI Jateng Hartono, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Jateng Daniel Toto Indiono dan seorang pegiat olahraga karate Andreas Budi Wirohardjo.

Dari tiga nama tersebut, hanya Hartono yang paling serius untuk meneruskan jabatan sebagai ketua umum KONI Jateng hingga akhir 2016 mendatang. Setelah Tutuk Kurniawan menyatakan mundur sebagai ketua umum KONI Jateng, Hartono mulai melaksanakan konsolidasi di tingkat voters, yakni pengprov cabor, KONI kota/kabupaten, serta badang fungsional yang terkait olahraga.

“Ya, saya tengah berupaya mencari dukungan. Kalau bisa tertulis, ini agar saya mantap saat maju nanti. Apakah saya benar-benar didukung dan diharapkan anggota KONI Jateng untuk menjabat sebagai ketua umum atau tidak,” tegasnya, kemarin.

Hartono mengaku belum bisa memprediksi berapa suara yang akan merapat padanya. Namun dia menegaskan akan menggunakan pendekatan kekeluargaan. “Tidak ada yang namanya money politik. Sekarang sudah tidak jamannya main-main uang seperti itu,” tandasnya.

Beberapa cabor memang menilai Hartono paling punya kapasitas sehingga punya peluang untuk menggantikan Tutuk. Hartono yang sempat menjadi pelaksana tugas (plt) selama satu tahun dianggap sudah paham permasalahan KONI Jateng sehingga pantas untuk meneruskan jabatan ketua umum hingga akhir 2016. “Pak Hartono punya leadership bagus, kooperatif dengan anggota, serta yang penting adalah calon dari internal KONI Jateng. Memang untuk pergantian antarwaktu idealnya adalah calon dari internal saja yang sudah paham seluk belum KONI dan permasalahannya. Kalau mau fight maju sebagai ketua umum, sebaiknya memang nanti di periode selanjutnya,” ujar Ketua PSSI Jateng Johar Lin Eng. (smu)