REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN : Dua pelaku pembunuhan Suwari, 24, dan Ginanjar Prasetya, 23, dikeler oleh tim Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang ke depan Warnet Sembrani, Jalan WR Supratman, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (21/11) kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
 REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN : Dua pelaku pembunuhan Suwari, 24, dan Ginanjar Prasetya, 23, dikeler oleh tim Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang ke depan Warnet Sembrani, Jalan WR Supratman, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (21/11) kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN : Dua pelaku pembunuhan Suwari, 24, dan Ginanjar Prasetya, 23, dikeler oleh tim Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang ke depan Warnet Sembrani, Jalan WR Supratman, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (21/11) kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

SEMARANG BARAT – Dua pelaku pembunuhan memperagakan sebanyak 15 adegan rekonstruksi. Atas kasus pembantaian yang menewaskan Yanuar Rusmianto alias Kencet, 25, warga Jalan Condrokusumo II RT 8/RW 5, Gisikdrono, Semarang Barat, pada Senin (3/11) lalu, sekitar pukul 21.30.

Dengan mengenakan baju tahanan, kedua pelaku dikeler oleh tim Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang ke lokasi kejadian di depan Warnet Sembrani, Jalan WR Supratman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, sekitar pukul 10.00, Jumat (21/11) kemarin.

Adalah Suwari alias Kasman, 24, warga Jalan Rorojonggrang nomor 21 RT 02/RW 10, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, dan Ginanjar Prasetya, 23, warga Jalan Rorojonggrang nomor 05 RT 1 RW 10, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat.

Dipimpin Kanit Resmob Polrestabes Semarang AKP Kadek, kedua tersangka diminta memperagakan seluruh adegan, mulai awal keberangkatan dari rumah masing-masing, hingga aksinya di lokasi kejadian.

Rekonstruksi tersebut sontak menyedot perhatian warga sekitar dan sejumlah pengendara yang melintas disekitarnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, belasan petugas bersenjata laras panjang menjaga ketat rekonstruksi tersebut. ”Total ada 15 adegan yang diperagakan. Reka ulang ini untuk melengkapi berkas perkara dan melihat peran masing-masing tersangka,” kata Kanit Resmob Polrestabes Semarang, AKP Kadek, kemarin.

Dijelaskan Kadek, berdasarkan hasil reka ulang tersebut, tersangka Suwari, selaku otak pembunuhan sudah melakukan perencanaan secara matang. ”Suwari datang membonceng Ginanjar, mengendarai motor Yamaha Fixion. Senjata celurit disembunyikan di balik baju tersangka,” ungkap Kadek.

Setelah tiba di lokasi kejadian di depan Warnet Sembrani, Jalan WR Supratman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Senin (3/11) sekitar pukul 21.30, kedua tersangka langsung menemui korban yang posisinya duduk di atas motor di depan warnet.

Tersangka Suwari yang masih mengenakan helm, memanggil korban sembari turun dari motornya. Ketika korban mendekat, Suwari langsung menghantamkan celurit yang diambil dari balik bajunya. Korban sempat menangkis sabetan celurit menggunakan tangan kanan. Terjadilah perkelahian, hingga tersangka kembali mengayunkan celurit mengenai ketiak hingga tembus dada korban. ”Ada dua sabetan celurit mengenai korban,” imbuhnya.

Sedangkan tersangka Ginanjar Prasetya hanya duduk di atas motor Yamaha Fixion. Lebih lanjut, Kadek menjelaskan, reka ulang tersebut berjalan lancar. Pihaknya segera melengkapi berkas perkara kasus tersebut untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi duel menegangkan itu terjadi di depan Warnet Sembrani Jalan WR Supratman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Korban yang tewas bersimbah darah akibat ditebas menggunakan sebilah celurit, sempat dilarikan ke RS Tugurejo. Namun nyawa korban tidak bisa tertolong. Suwari berhasil diringkus oleh tim gabungan Polsek Semarang Barat dan Resmob Polrestabes Semarang, kurang lebih 5 jam setelah kejadian. Menyusul kemudian Ginanjar Prasetya. (mg5/ida/ce1)