SEMARANG – KONI Jawa Tengah akan punya dua pekerjaan besar pada bulan Desember mendatang, yakni menggelar musyawarah olahraga provinsi luar biasa (Musorprovlub) serta pemberangkatan kontingen ke PON Remaja I di Surabaya.

KONI Jawa Tengah berjanji akan tetap fokus pada dua agenda penting tersebut meski jadwal kedua event itu terlalu mepet. Musorprovlub dengan agenda tunggal memilih ketua umum KONI Jateng antarwaktu menggantikan Tutuk Kurniawan yang mengundurkan diri, dijadwalkan berlangsung 6 Desember. Sementara PON Remaja I berlangsung 9-12 Desember. Pemberangkatan kontingen, diperkirakan akan berlangsung pada saat berlangsungnya musorprovlub.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Umum I KONI Jateng Hartono mengatakan hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab, untuk PON Remaja I lebih banyak ditangani oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah. KONI Jateng sifatnya hanya membantu Dinpora untuk persiapan maupun pemberangkatan kontingen ke PON Remaja tersebut. “Jadi tidak ada masalah. Tapi apapun, kita tetap akan berkoordinasi dengan Dinpora agar baik keikutsertaan Jateng di PON Remaja maupun Musorprovlub sama-sama sukses,” tandas Hartono.

Soal jadwal Musorprovlub 6 Desember, menurut Hartono, memang sesuai amanat AD/ART di mana harus digelar sekurangnya 21 hari setelah pleno. “Jadi paling cepat memang 6 Desember itu, bisa juga setelah itu, misalnya pertengahan atau akhir Desember. Tapi pengurus KONI Jateng sepakat untuk digelar secepatnya, agar masalah tidak berlarut-larut dan KONI Jateng bisa segera menjalankan program kerja,” tandasnya.

Sementara, Dinpora Jateng menegaskan tidak terpengaruh dengan pengunduran jadwal ajang PON Remaja I Surabaya yang sebelumnya akan dihelat 6-12 Desember 2014 menjadi 9-16 Desember 2014 mendatang. “Bagi kami tidak ada masalah karena toh juga mundur hanya tiga hari. Kalau diajukan dua minggu itu baru menjadi masalah bagi kami karena terkait dengan program persiapan yang saat ini sedang kami jalankan,” kata Kabid Keolahragaan Dinpora Jateng, Effendi Hari Marsudi kemarin.

Menghadapi PON Remaja pertama kali ini Jateng sendiri kata Effendi, hanya menggelar pemusatan latihan kurang lebih 20 hari menjelang keberangkatan mereka ke Surabaya. “Beberapa program termasuk program pembentukan karakter kami siapkan di pemusatan latihan tersebut,” paparnya.

Mengenai babak kualifikasi, Effendi mengatakan sudah semua cabor menyelesaikan babak kualifikasi. Di Surabaya, Jateng menyiapkan kontingen berjumlah 225 orang, 175 di antaranya atlet yang akan berlaga pada ajang yang mempertandingkan 15 cabang olahraga tersebut, sisanya pelatih dan ofisial. “Kebetulan di babak kualifikasi kemarin Jateng sukses meloloskan semua cabor. Jadi kami akan berkekuatan penuh dengan harapan mampu meraih hasil yang terbaik di PON Remaja besok,” sambung Effendi.

Untuk saat ini lanjutnya, permasalahan di cabor hanya muncul pada cabor voli pantai dimana seorang atlet putra Jateng, Doni, di waktu yang bersamaan dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang ASEAN School Games 2014. “Doni sebenarnya cukup kami andalkan. Namun dengan dipanggilnya dia otomatis tim pelatih harus segera mencari penggantinya. Dan saat ini sudah ada pengganti Doni jadi tidak masalah,” pungkas Effendi. (bas/smu)