NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG

NADIA Latif selain ingin berkarir sebagai pengacara, juga ingin mengangkat budaya Jawa dengan membuka usaha butik bermotif Jawa. ”Pengin sih punya kafe atau butik dengan designer Jawa. Nantinya di dalam konsepnya baju atau barang lainnya yang selalu up to date dengan ornamen kebudayaan Jawa,” ungkap gadis kelahiran Semarang, 22 September 1991 yang kerap disapa Nadia ini kepada Radar Semarang, Selasa, (18/11).

Menurut mahasiswi semester VIII Fakultas Hukum Unisbank Semarang ini, alasan membuat butik budaya Jawa ini lantaran miris dengan anak muda sekarang yang malu dengan kebudayaannya sendiri.

”Sebab, saya pernah bergaul dengan teman yang tiba-tiba terkejut dengan logat bahasa daerah saya. Mungkin bagi dia aneh,” ujar gadis yang bercita-cita melanjutkan S2 di Surabaya ini.

Demi mewujudkan impiannya itu, lulusan SMA Tarakanita Magelang ini mengaku tengah mengumpulkan modal. ”Sekarang saya fokus skripsi. Kalau sudah lulus, ingin menjadi pengacara sekaligus ngumpulin modal. Ini tantangan baru bagi saya,” kata mahasiswi seksi yang baru selesai magang di Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) ini. (mg9/aro/ce1)