SIMPANG LIMA – Maksud hati jalan-jalan menikmati Simpang Lima Kota Semarang, justru berujung di kantor polisi. Itulah yang dialami Hariyanto, 27, warga Jalan Supi RT 12 RW 05, Pal Merah, Jakarta. Dia menjadi korban penipuan oleh pria yang mengaku warga negara Brunei Darussalam. Uang senilai Rp 40 juta miliknya bablas dibawa kabur pelaku.

Dia ceritakan, penipuan tersebut bermula, Kamis (13/11) sekitar pukul 05.30. Saat itu, korban yang sedang di Semarang dalam rangka urusan bisnis, bermasuk menikmati udara pagi di Simpang Lima. Namun saat hendak menyeberang jalan, tiba-tiba ada seorang pria mengejarnya hingga di sebelahnya.

”Dia mengaku dari Brunei, lalu menanyakan lokasi Masjid Agung Kauman Semarang,” tutur Haryanto saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin.

Haryanto sendiri menjawab tidak mengetahui lokasi masjid tersebut, lantaran bukan warga Semarang. Di sela-sela keduanya berbincang, datanglah seorang pria lain, mendekatinya karena mendengar pembicaraan tersebut. ”Pria yang kedua mengaku bernama Hari. Dia mengaku tahu lokasi Masjid Agung Kauman dan bersedia mengantarkan pria asal Brunei tersebut,” katanya.

Namun pria asal Brunei itu tiba-tiba berbisik kepada Haryanto, bahwa ia takut jika pergi sendirian. Dia khawatir, Hari yang baru saja menawarkan jasa tersebut, berbuat jahat. Akhirnya korban bersedia mengantarkannya. Akhirnya, ketiganya menuju mobil milik Hari yang diparkir tak jauh dari lokasi perbincangan. ”Kami bertiga menuju ke Masjid Kauman,” kata Haryanto.

Di tengah perjalanan, mereka semua berbincang ngalor-ngidul layaknya teman yang sudah akrab. Nah, di sela-sela perbincangan itu, tiba-tiba pria asal Brunei menanyakan korban pakai rekening apa, ATM apa dan lain-lain. Anehnya, korban juga menjawab detail dan menunjukkan kartu ATM-nya. ”Tidak tahu kenapa, saya menjawab aja setiap pertanyaan yang dilontarkan pelaku,” katanya.

Hingga ATM milik korban dipegang oleh pelaku. Begitu sampai di Masjid Agung Kauman, pelaku turun. Sedangkan korban diantarkan oleh Hari ke daerah Banyumanik Semarang, yakni ke hotel tempat menginap korban di Semarang. Sesampai di hotel, Hari pun pamit pergi tanpa beban. Korban baru sadar ketika bermaksud mengecek kartu ATM di dompetnya, ternyata bukan miliknya. Diduga kartu milik korban ditukar oleh pelaku saat berada di dalam mobil. ”Saya buru-buru mencari bank untuk mengecek rekening,” katanya.

Betapa lemasnya, Haryanto mendapati uang Rp 40 juta di rekening milik korban telah terkuras habis. ”Saya tidak habis pikir kenapa uang di rekening bisa terkuras,” ujarnya.

Kejadian penipuan tersebut akhirnya Dilaporkan di Mapolrestabes Semarang. Haryanto yang masih shock, berharap agar tim kepolisian bisa menangkap pelaku penipuan tersebut. (mg5/ida/ce1)