KRAPYAK – Tiga pemuda yang kerap melakukan penjambretan di sejumlah lokasi di Kota Semarang akhirnya dijatuhi hukuman pidana selama 1 tahun dan 6 bulan. Ketiga pemuda tersebut adalah Wahyu Prasetyo, 20, warga Jalan Srinindito Timur 4 Semarang; Vicky Wahyu, 22, warga Jalan Tugurejo RT 01 RW 02, dan Andhika, 21, warga Jalan Arum Manis Tengah.

”Mengadili, menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan pasal 368 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Menjatuhkan hukuman kepada ketiga terdakwa masing-masing pidana penjara satu tahun dan enam bulan penjara,” ucap Hakim Ketua, Nawaji, saat membacakan amar putusannya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin.

Dalam putusannya, majelis hakim mempertimbangkan pada hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat dengan melakukan aksi perampasan di jalanan. ”Sementara hal yang meringankan adalah terdakwa masih muda, dan bersikap sopan dalam persidangan,” kata majelis hakim.

Menanggapi putusan tersebut, ketiga terdakwa yang tidak didampingi penasihat hukum langsung menyatakan menerima. Pasalnya, hukuman tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang yang menuntutnya dengan pidana penjara satu tahun dan sepuluh bulan. ”Kami menerima, Yang mulia. Kami berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar ketiga terdakwa kompak.

Untuk diketahui, ketiga terdakwa berhasil diringkus tim resmob dari Polsek Semarang Barat menjelang Lebaran tahun lalu. Dari tangan ketiga pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga unit motor dari berbagai jenis yang merupakan hasil tindak kejahatan, dua buah parang, satu kunci T, dan satu buah handphone.

Dalam kesaksiannya, salah seorang terdakwa, Vicky mengaku telah melakukan aksinya di 5 wilayah berbeda di kota Semarang. Wilayah tersebut yaitu di sekitar wilayah Banjir Kanal Barat, Simpang Lima, Tugu Muda, dan sekitar daerah Panjangan.

Sedangkan untuk terdakwa Wahyu Prasetyo mengaku, jika dirinya baru kali pertama melakukan aksi perampasan sepeda motor karena dirayu oleh tersangka Vicky yang sebagian badanya dipenuhi tato. Wahyu mengaku mendapat bagian uang sebesar Rp 150.000 dari satu unit motor yang terjual. Hal yang sama juga disampaikan Andhika, terdakwa lainnya. Dalam aksinya, ketiga pelaku selalu menggunakan parang untuk menakut-nakuti korbanya. Setelah itu baru mereka merampas motor korban. Ketiganya juga tidak segan melukai korban jika korban melawan. (fai/aro/ce1)