PEDULI USAHA MIKRO: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan secara simbolis gerobak gilo-gilo kepada perwakilan pedagang jajanan khas Semarang. (Rizal/Radar Semarang)
PEDULI USAHA MIKRO: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan secara simbolis gerobak gilo-gilo kepada perwakilan pedagang jajanan khas Semarang. (Rizal/Radar Semarang)
PEDULI USAHA MIKRO: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan secara simbolis gerobak gilo-gilo kepada perwakilan pedagang jajanan khas Semarang. (Rizal/Radar Semarang)

BALAI KOTA – Kelompok pedagang makanan khas Kota Semarang, mendapat bantuan gerobak gilo-gilo dari Pemkot Semarang. Empat puluh gerobak hibah tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Kamis (6/11) kemarin.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota, Litani Setyowati berharap bantuan yang diberikan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pelaku usaha, agar berdampak pada peningkatan pendapatan serta kesejahteraan keluarga. ”Bantuan ini, merupakan bukti keberpihakan pemkot terhadap pemberdayaan usaha mikro Kota Semarang,” katanya.

Diungkapkan Litani, bahwa pedagang buah dan makanan keliling menggunakan gerobak yang khas dengan sebutan gilo-gilo merupakan pedagang khas Kota Semarang yang tak bisa ditemukan di daerah lain. Tercatat, ada 11.565 pelaku usaha mikro Kota Semarang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang.

Sementara dalam sambutannya, wali kota berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas barang dagangan yang ada. Sebelumnya, Pemkot melalui Dinas Koperasi dan UMKM, telah menyediakan pelatihan makanan sehat dan higienis. Harapannya, hasil pelatihan tersebut dapat diimplementasikan sehingga konsumen dapat mendapatkan kualitas makanan enak, sehat, higienis dan berkualitas. ”Kulo wanti-wanti sanget supados gerobak engkang dipun aturaken panjenengan saget dipun jagi lan rawat supados sae kagem sadean (Saya berpesan agar gerobak yang diberikan dapat dijaga dan dirawat sebaik mungkin agar bisa dimanfaatkan serta memberikan kenyamanan dalam berjualan),” pesan wali kota dalam bahasa Jawa, mengingat hari Kamis kemarin seluruh pegawai pemkot wajib bahasa jawa.

Tak hanya itu, wali kota juga berpesan agar para pedagang gilo-gilo tidak berjualan di area-area larangan PKL, seperti di jalan protokol. Hal itu, sebagai tindak lanjut agar kawasan yang sudah ditata tetap baik dan tertib. (zal/ida/ce1)