LAYANI PELABUHAN: BRT Koridor III rutei Pelabuhan-Dr Wahidin, kemarin di-launching Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
LAYANI PELABUHAN: BRT Koridor III rutei Pelabuhan-Dr Wahidin, kemarin di-launching Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
LAYANI PELABUHAN: BRT Koridor III rutei Pelabuhan-Dr Wahidin, kemarin di-launching Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

TANJUNG MAS – Pemkot Semarang terus mengembangkan transportasi masal bus rapid transit (BRT) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberadaan BRT diklaim mampu mengurangi kepadatan lalu lintas dan penggunaan kendaraan pribadi di Kota Atlas.

”Penggunaan BRT semakin meningkat, pada 2010 saat peluncuran pertama rata-rata masih tiga ribu penumpang per hari. Sekarang 18 ribu per hari, belum lagi dengan adanya koridor III pasti meningkat lagi lebih dari 20 ribu penumpang per hari,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, usai meresmikan peluncuran pengoperasian BRT Trans Semarang Koridor III kemarin (5/11).

Jumlah penumpang itu menunjukkan angkutan masal BRT mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, dan mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke BRT. Sebab menurut wali kota, andaikan tidak ada layanan BRT, berarti puluhan ribu penumpang itu tentunya menggunakan kendaraan pribadi. Pastinya lalu lintas akan semakin padat dan menyebabkan kemacetan. ”Yang perlu kita kerjakan, pelayanan harus semakin ditingkatkan sehingga masyarakat semakin senang naik BRT. Pelayanan harus semakin baik dan yang selama ini masih dikeluhkan segera bisa dibenahi,” terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Semarang Agus Harmunanto mengatakan, peresmian peluncuran BRT Koridor III ini merupakan amanah RPJMD, dan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuannya untuk membenahi sistem pelayanan angkutan umum di Kota Semarang. ”Selain itu, untuk mendukung pemerataan pembangunan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di pelabuhan dan Semarang Utara, dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” paparnya.

BRT Koridor III ini terdiri atas 10 bus yang beroperasi 80 trip per hari dan 28 kilometer/trip. Jam operasinya mulai pukul 05.30 – 17. 30 dengan jarak tunggu antarbis di shelter 10 menit. Tarif Rp 3.500 untuk umum dan Rp 1.000 untuk pelajar, dan terintegrasi dengan koridor lain. ”Targetnya masyarakat akan berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi beralih ke angkutan umum masal ini,” katanya.

Sementara Kepala Badan Layanan Umum BRT Trans Semarang Bambang Kuntarso mengatakan, kebutuhan shelter untuk koridor III sebanyak 53 unit ini sudah disiapkan. Sebanyak 13 unit sudah jadi sedangkan 20 sedang proses pembangunan hampir selesai. 23 unit ini bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan 20 shelter lainnya dibangun sendiri oleh pemkot. ”Beroperasinya 10 unit BRT Koridor III ini hanya memutar, karena itu dibagi menjadi dua jalur A dan jalur B dengan arah keberangkatan berlawanan. Sedangkan 2 unit BRT lagi menjadi cadangan,” jelasnya. (zal/ce1)