Radar Semarang
Radar Semarang
Radar Semarang

Cinta? Apa yang terbesit pertama dalam pikiranmu? Sebenarnya analogi cinta itu apa sih?

Yah, kebanyakan “Cinta” itu kita hanya lihat tapi tidak kita rasakan. Yang kita lihat, cinta itu ketika sepasang pria dan wanita yang memadu kasih, makan bareng, nonton bareng, jalan bareng, kemana-mana bareng kayak perangko sama amplopnya yang siap kirim, mereka yang selalu bilang “I love you” sama pacarnya setiap hari.

Sejatinya, bukan itu sebenarnya. Kalau kalian menyadarinya, sebenarnya cinta itu selalu menyusup dan melengkapi setiap hari-hari kita guys. Ada yang sudah sadar apa itu cinta dalam arti yang sesungguhnya? Yah tak perlu bilang kata-kata romantis “I love you” kepada pasangan kita setiap hari, tak perlu selalu jalan bersama, tak perlu mojok sana mojok sini,berduaan, tapi bagaimana cara kita mengungkapkan “cinta” itu kedalam tindakan-tindakan kita kepada orang sekitar kita. Jelasnya, kalau kamu yang sering memberikan tumpangan ke teman kamu ketika berangkat atau pulang ke sekolah atau kampus sebenarnya kamu itu sudah “cinta” kepada temen kamu itu. Karena dalam hatimu, yang pertama, kamu gak mau biarin temenmu pulang sendirian karena kos atau rumahnya cukup jauh dari institusi sekolah, yang kedua kamu gak ingin temenmu kelelahan, yang ketiga bisa memaksimalkan waktu, jadi dengan kamu antar temanmu itu yang biasanya 10 menit ditempuh dengan jalan kaki, dapat 5 menit dengan kamu mengantarnya. That’s love.

Sebenarnya “cinta” itu universal dalam artian kita bisa menemukan “cinta” itu dalam rutinitas kita walaupun kita menyadarinya atau tidak. Nah, seringnya kalian begitu “stuck” menyadari “cinta” yang sesungguhnya itu datang dari orang tua kita. Padahal kalau kita menyadari, selain orang tua yang mengarahkan tingkah laku kita setiap hari adalah guru. Yah, guru itu sangat “cinta” kepada kita. Bagaimana tidak? beliau dengan sabar mengajari kita dari nol, dari kita yang tidak tahu apa-apa tentang ilmu pengetahuan,menjadi kita yang seperti saat ini. Setidaknya kita pernah belajar bagaimana memaknai kehidupan ini. Semua itu ya guru yang mengajar dan mendidik kita. Betapa mulianya mereka. walaupun kalian sering mencaci guru kalian dengan se-abrek tugasnya, tapi semata-mata beliau memliki alasan penting mengapa beliau memberikannya.

Berbicara soal “cinta” memang tiada habisnya, so, jangan berpikir kalo kalian gak pernah dicintai atau mencintai siapapun. Ingat dan renungkanlah hal-hal kecil yang pernah orang lain berikan untukmu. Ingat dan renungkan kembali apa yang telah kamu berikan untuk orang disekitarmu. That’s simple “love”. Percayalah, dengan menyebarkan “cinta” hari-harimu akan menyenangkan, begitu juga orang-orang yang berada disekitarmu, mereka akan ikut bahagia.