KALIBANTENG KULON – Berkas perkara kasus dugaan pembobolan dana nasabah di beberapa anjungan tunai mandiri (ATM) di sejumlah provinsi di Pulau Jawa Kamis (23/10) kemarin dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang. Kasus yang sebelumnya ditangani penyidik Direskrimum Polda Jateng ini menyeret sembilan tersangka berinisial SA, PW, TM, SR, IY, BG, KT, JN, dan MA.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Semarang, Teguh Imanto mengatakan bahwa pelimpahan dilakukan atas berkas tersangka beserta barang bukti. Di antaranya adalah skimmer, pen kamera, sejumlah uang, kartu ATM berbagai bank, dan barang bukti lainnya. ”Mereka ditangkap di tempat berbeda, yakni di Kota Solo, Kabupaten Sragen, dan Wonogiri,” jelasnya.

Para komplotan ini diduga telah menjalankan aksinya di lima provinsi di Pulau Jawa, yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur. Mereka melakukan aksinya sejak tahun 2009 hingga akhirnya berhasil ditangkap pada akhir Agustus 2014 lalu. Cara kerja yang mereka gunakan tergolong canggih. Mereka menggunakan sejumlah perangkat teknologi modern untuk menguras uang nasabah melalui kartu ATM.

Dalam melakukan aksinya, mereka memasang semua alat di sebuah lokasi ATM. Skimmer misalnya diletakkan di tempat memasukkan kartu hingga mereka mendapat data kartu ATM calon korban. Alat pen kamera juga dipasang di dalam ATM. Tujuannya ialah agar pelaku mendapat kata sandi atau password dari calon korban.

Skimmer itu tidak terlihat, ia mengambil data saja. Nomor pin yang ada masing-masing ATM diperoleh dari pen kamera. Setelah berhasil, mereka lakukan transaksi dengan mengirim ke rekening penampungan. Setelah di rekening tampungan, uang itu baru diambil. (fai/ida/ce1)