KENDAL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal mulai mendistribusikan logistik Pemilu Presiden (Pilpres) ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Selanjutnya, mulai dikirim ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Senin (7/7) mendatang.
Logistik yang dikirim ke PPK dimasukkan ke dalam dua kotak surat suara. Kotak pertama berisi alat coblos, seperti paku, benang, bantalan, amplop dan formulir C1-C7 serta tinta untuk celup jari. Sedangkan kotak lainnya berisi surat suara yang disesuaikan dengan daftar pemilih yang ada di TPS yang bersangkutan.
Koordinator Logistik KPU Kendal, Santosa mengatakan bahwa di Kendal sendiri ada 20 PPK dengan jumlah TPS 1.781 tempat. Sedangkan jumlah kotak suara masing-masing TPS ada dua buah. Jadi total kotak suara yang harus dikirim ada 3.562 buah.
Pengiriman logisitik Pilpres didahulukan dengan PPK terjauh, yakni empat kecamatan di eks Kawedanan Selokaton. Meliputi Sukorejo, Palntungan, Patean dan Pageruyung. “Terjauh dulu, untuk menghindari risiko pengiriman, seperti cacat ataupun ada rusak bisa langsung diketahui dan diganti,” ujar Santosa, Jumat (4/7) kemarin.
Hari (8/7) ini, pengiriman dilanjutkan ke enam daerah eks-Kawedanan Weleri. Yakni Kecamatan Weleri, Kankung, Rowosari, Ringinarum, Gemuh dan Pegandon. “Ada tujuh unit mobil truk yang kami gunakan, masing-masing truk disertai dengan pengamanan polisi satu orang petugas,” jelasnya.
Santosa menargetkan, pengiriman logistik dari KPU ke PPK bisa selesai Minggu (6/7). Dengan demikian, pengiriman logistik dari PPK ke TPS bisa dilakukan sesuai jadwal, sehingga pada 9 Juli, semua TPS sudah siap.
Ketua KPU Kendal, Wahidin Said menambahkan pengamanan logistik di PPK akan dilakukan petugas KPU di tingkat PPK dibantu petugas polisi dari setiap Polsek. “Begitu juga saat pengiriman ke PPK ke desa-desa juga akan mendapatkan pengawalan polisi dari masing-masing Polsek setempat hingga diterima masing-masing desa,” paparnya.
Terpisah, Kopolres Kendal AKBP Harryo Sugihartono mengatakan sejauh ini kesiapan anggotanya untuk pengaman Pilpres sudah siap. Nantinya pengamanan akan menggunakan pola 2-8-16.
Yakni dua personel harus menjaga delapan TPS dengan dibantu 16 personel petugas keamanan lingkungan masyarakat (linmas). Hal itu dilakukan karena minimnya petugas kepolisian. Yakni personel polisi yang diterjunkan hanya 571 petugas.
Sementara itu, Kantor Pos Demak, sejak kemarin, mulai mengirimkan logistik Pilpres ke beberapa wilayah kecamatan. Logistik yang terdiri atas kotak dan bilik suara tersebut diangkut truk kantor pos sendiri.
Kepala Kantor Pos Demak, Ahmad Sulkin mengungkapkan bahwa pihaknya bertugas memasok logistik tersebut sebelum hari H pencoblosan 9 Juli mendatang. “Kami sudah mulai mengirimkan kotak dan bilik suara,” terang Sulkin, kemarin.
Untuk wilayah Kecamatan Mranggen, Karangawen, Guntur terdapat 972 kotak dan 1.944 bilik suara. Kemudian, Kecamatan Sayung, Karangtengah dan Demak Kota tercatat ada 894 kotak dan 1.788 bilik. Kecamatan Wonosalam, Demper, Kebonagung dan Gajah ada 764 kotak dan 1.528 bilik serta wilayah Kecamatan Mijen, Karanganyar, Wedung dan Bonang ada 1.014 kotak dan 2.028 bilik suara. “Untuk melancarkan pengiriman itu kita gunakan 4 armada,” ujar Sulkin. (bud/hib/ida)