WONOSOBO – Memasuki bulan puasa dan libur sekolah, Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo mengajak anak yatim dari sejumlah panti asuhan untuk mengikuti pelatihan tata rias.
Pelatihan dihelat selama 10 hari bekerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Kinanthi Selomerto.Targetnya anak panti bisa memanfaatkan keterampilan untuk membuka usaha.
“Pelatihan berlangsung selama 10 hari. Melalui pelatihan ini kami harapkan akan memberikan manfaat kepada anak yatim khususnya perempuan,” kata Kepala Dinas Sosial Agus Purnomo kepada Radar Kedu kemarin (3/7).
Agus menyebutkan pelatihan ini sengaja dijadwalkan pada bulan Ramadan, tujuannya agar anak panti bisa memanfaatkan waktu untuk meningkatkan keterampilan. Untuk pelatihan tahap awal 18 anak dari panti asuhan Al Manan Kebrengan, Darul Hadlonah Manggisan, Muhammadiyah Wonosobo, dan Yani Fa Zahra Kepil.
“Selain tata rias pengantin, anak-anak juga akan memperoleh pengetahuan mengenai tata rias busana muslim modern, seperti menghias jilbab bagi pengantin muslimah,”katanya.
Agus mengatakan, jumlah  anak yatim  yang tinggal di panti asuhan saat ini mencapai 426 anak, tersebar di 14 panti asuhan di Wonosobo. Dari jumlah tersebut, sebagian besar perempuan. Untuk itu pelatihan keterampilan sangat penting diberikan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap anak yatim akan memiliki kemandirian sehingga selepas dari panti bisa membuka usaha atau bekerja di tempat yang layak,” ujarnya.
Agus Purnomo menguraikan  kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak tiga hari lalu, anak-anak panti belajar di LKP Kinanthi, Selomerto. Dengan menggandeng LKP yang memang berkompeten dalam tata rias pengantin, diharapkan anak-anak panti yang terpilih untuk mengikuti pelatihan selama 10 hari tersebut, akan mampu menimba ilmu, serta mempelajari berbagai hal seputar dunia merias pengantin dari ahlinya.
“Pelatihan diberikan melalui teori dan praktik, sehingga hasilnya bisa dipantau,” imbuhnya.
Kabid Potensi Sosial Edy Riyanto  menambahkan, pihaknya berupaya menggandeng lebih banyak lagi lembaga kursus, dan lebih banyak lagi anak-anak panti asuhan yang bisa mengikuti pelatihannya.
“Hari ini (kemarin, Red) khusus anak panti perempuan, ke depan kami berusaha bisa menyentuh semua anak-anak panti, dengan pendidikan keterampilan disesuaikan kebutuhan,” paparnya.
Pimpinan LKP Kinanthi, Teguh Haryanti mengaku siap untuk memberikan ilmunya kepada anak-anak panti yang menjadi peserta pelatihan.
“Kami membuka kesempatan untuk mereka, bila berkeinginan untuk melanjutkan pelatihan lanjutan. Setelah 10 hari masa pelatihan, kami masih siap memberikan pendidikan kepada anak-anak yatim,” ungkapnya. (ali/lis)