Jual Obat Ilegal, Pemilik Toko Kelontong Disidang

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

KRAPYAK – Akibat mengedarkan obat keras tanpa izin, seorang pemilik toko kelontong di Pasar Buntu, Banyumas bernama Utami didudukkan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Ia dijerat pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda Rp 5 miliar.
Saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim, Utami mengaku telah menjual obat ilegal tersebut sejak tahun 2009. Ia menjual bersama dengan barang dagangannya yang lain sebelum akhirnya ditangkap petugas BPOM akhir 2013 lalu. ”Saya menjualnya karena ada permintaan dari pembeli. Saya mendapat barang tersebut dari sales yang datang secara berkala di tempat saya,” ungkapnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Winarno.
Atas penjualannya, terdakwa mengaku mendapat keuntungan 10 persen. Meski begitu, terdakwa mengaku menyesali perbuatannya dan tidak akan melakukan perbuatan yang sama kembali. ”Saya nanti ingin membuka apotek saja,” imbuhnya.
Persidangan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi ahli dari dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang Retno Purwaingsih. Dikatakan, penjualan obat yang dilakukan terdakwa tanpa izin resmi. Oleh karena itu, ia bersama dengan tim terpaksa mengamankan terdakwa beserta barang buktinya. ”Terdapat tiga kriteria obat ilegal yang dijual terdakwa. Pertama tanpa izin, masuk golongan obat keras dan tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan berbahaya,” bebernya.
Lantaran pemeriksaan telah usai, majelis hakim yang menangani perkara tersebut memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menyiapkan tuntutan. ”Sidang ditunda dan dilanjutkan kembali Selasa (24/6) depan dengan agenda pembacaan tuntutan,” ungkap hakim ketua sebelum mengakhiri persidangan.
Seperti diketahui, pada 26 Oktober 2013 lalu, BPOM Semarang menyita ratusan ribu bungkus obat keras dan obat tradisional ilegal dalam operasi pasar. Hal itu dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat atas peredaran berbagai obat tradisional atau jamu, yang disinyalir dicampur obat keras berbahaya. Barang yang disita diperkirakan bernilai miliaran rupiah.
Di antara jenis obat yang berhasil disita adalah obat khusus pria dewasa atau jamu kuat lelaki, seperti Pollsex, Gali Gali Asli, Kuda Liar, Max Jozz, dan Urat Kuda. Sedangkan obat tradisional yang disita adalah jamu pegal linu, akar dewa dan dua singa. Petugas juga berhasil menyita obat-obatan berbahan kimia yang digunakan sebagai campuran obat tradisional. (fai/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

Random News

Kerap Tidur di Rel, Tertabrak KA Argo Sindoro

KROBOKAN-Seorang pria tanpa identitas tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel Jalan Mustokoweni, tepatnya RT11/ RW01, Kelurahan Krobokan, Semarang Utara, Sabtu pagi (23/4) kemarin....

Dewan Minta Warga Tambakrejo Legowo

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta agar warga Tambakrejo, Semarang, yang menolak atas rencana relokasi ke Rusunawa Kudu, agar...

Luncurkan Aplikasi Deteksi Penyakit Kronis

SEMARANG - BPJS Kesehatan baru-baru ini meluncurkan fiture mobile screening yang berupa aplikasi. Mobile screening memiliki fungsi untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran mereka akan...

Polresta Bantu Logistik Petugas Siaga Mudik

MAGELANG - Kepolisian Resor Magelang Kota dan pengurus Cabang Bhayangkari Magelang Kota, Kamis (22/6) kemarin menyerahkan bantuan logistik kepada petugas pospam, posyan dan pos...

More Articles Like This

- Advertisement -