28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Waspada Kekuatan Baru Persitema

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

SEMARANG – Jelang laga tandang versus Persitema Temanggung Rabu (11/6) lusa di Stadion Bhumi Phala Temanggung, PSIS benar-benar harus menyiapkan tim dengan matang. Persitema sekarang, jauh berbeda dengan Persitema saat putaran pertama lalu.
Di libur paro kompetisi lalu, Persitema yang terseok-seok di putaran pertama hingga harus menduduki posisi juru kunci Grup 4 melakukan banyak perombakan total. Di kursi pelatih, Sri Widadi digantikan Yopie Riwoe. Di tangan Yopie, hampir setengah dari skuad Persitema ikut diganti. Ini dilakukan manajemen Persitema untuk menghindari jurang degradasi yang telah menganga di depan mata.
Hasilnya cukup signifikan. Persitema berhasil meraih kemenangan pertama 2-0 atas Persiku di laga perdana putaran kedua kompetisi lalu. Sebelumnya, hasil terbaik Persitema adalah menahan imbang Persipur 2-2 dan PSIR 0-0 saat berlaga di kandang sendiri. Selebihnya, Persitema selalu kalah dan jadi bulan-bulanan tim lain di Grup 4.
Pelatih PSIS Eko Riyadi mengaku sangat waspada setelah membaca kekuatan tim berjuluk Laskar Bambu Runcing tersebut, setelah menyaksikan laga Persitema ketika menjamu Persiku Kudus di Stadion Bhumi Phala, kemarin. ”Persitema yang sekarang sudah berbeda dibandingkan putaran pertama lalu. Namun dengan melihat langsung pertandingannya, kami akan tahu di mana letak kelebihan dan kekuarangan Persitema,” kata Eko ditemui di Stadion Jatidiri kemarin. “Dari pantauan kami tadi (kemarin, Red) hampir semua pemain starter Persitema baru. Tercatat hanya ada empat pemain yang merupakan sisa dari line up mereka di putaran pertama. Untuk striker asing dan gelandang sayap mereka patut diwaspadai,” tegas Eko.
Oleh karena itu, Eko meminta agar anak-anak asuhannya tidak meremehkan calon lawannya itu. Persitema diperkirakan akan tampil habis-habisan di dua laga kandang, menjamu Persiku Kudus dan PSIS. Untuk menang, Fauzan Fajri dkk harus lebih bersemangat dibandingkan tim lawan.
Yang dikhawatirkan Eko, PSIS belum kembali menemukan performa terbaiknya. Keperkasaannya di putaran pertama belum nampak di putaran kedua ini. Alih-alih bertekad meraih kemenangan di dua laga awal putaran kedua, Laskar Mahesa Jenar hanya mampu menuai hasil imbang.
Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho meminta agar para pemain kembali memiliki kepercayaan diri tinggi untuk memenangi pertandingan. ”Intinya jangan minder saat tampil di kandang lawan. Tetapi juga jangan over confidence. Bermain semangat dan motivasi tinggi untuk bisa mengambil poin penuh di setiap pertandingan,” kata Agung. (bas/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -