30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Sekolah Dilarang Tarik Pungutan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

WONOSOBO – Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida menegaskan kepada semua sekolah, agar benar-benar menjalankan aturan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Semua sekolah dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap calon siswa baru.
“Kepada jajaran Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Dikpora),  saya meminta secara tegas agar mulai tahun 2014, segala bentuk pungutan dalam penerimaan peserta didik baru di Kabupaten Wonosobo dihapuskan,”kata Maya Rosida dalam Forum Warga bertema Pendidikan untuk Semua di pendopo kabupaten, kemarin (22/5).
Maya menegaskan, anggaran untuk pendidikan di Wonosobo cukup besar. Dia menyebutkan besaran anggaran mencapai lebih dari 20 persen dari anggaran APBD Wonosobo. Nilainya bahkan mencapai Rp 400 juta dalam setahun.
Ketua DPRD Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan hal serupa. Dia menyatakan beberapa tahun terakhir, selalu ada keluhan warga saat PPDB. Karena sejumlah sekolah memungut siswa baru.
“Saya meminta sekolah menjalankan aturan pendidikan nasional. Tidak usah ditafsir-tafsirkan ulang, sesuai aturan saja,” ungkapnya.
Afif mencontohkan, pendidikan harus memberikan keteladanan tanpa membedakan calon siswa baru. Menurutnya dikotomi pendidikan favorit harus dihapuskan. Sehingga tidak muncul kasta dalam pengelolaan lembaga pendidikan.
“Sekolah juga harus menghemat beban siswa, misalnya mengenai seragam. Kalau memang harga beli sendiri lebih murah, sekolah tidak perlu menerapkan pembelian seragam yang harganya bisa mencapai tiga kali lipat dibanding dipasaran,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pendidikan SMA dan SMK Disdikpora, Musofa mengaku telah mengeluarkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis sebagai pedoman PPDB.
Stigma bahwa sekolah yang ada di kota dan berstatus favorit, dijelaskan Musofa juga memberi andil kepada munculnya kekecewaan di kalangan orang tua calon siswa.
Sebelumnya perwakilan warga, Anwari dari  Kelurahan Wonosobo Timur mengatakan, perlunya pembenahan di sektor pendidikan memang sangat mendesak untuk dilakukan. Tak hanya terkait munculnya pungutan dalam PPDB, melainkan hingga proses seleksi guru-guru. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Kota Magelang Tuan Rumah Multi Cabang 2014

MAGELANG-Perhelatan turnamen bulutangkis multicabang kabupaten/kota tingkat eks Karesidenan Kedu kembali bergulir. Kota Magelang kembali menjadi tuan rumah kejuaraan bergengsi ini. Bekerja sama dengan Djarum...

Al Quran Raksasa jadi Daya Tarik

Mengunjungi Masjid Jami Aulia, Kelurahan Sapuro, Kecamatan Pekalongan Timur yang Menjadi Cagar Budaya Taufik hidayat, Pekalongan Setiap kali bulan Ramadan datang, suasana di Masjid Jami Aulia,...

Mandi di Sungai, Tewas Tenggelam

DEMAK-Nasib malang menimpa Langga, 12, warga Jalan Kebonpermai 7 Nomor 7, RT 6 RW 24, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen. Ia tewas tenggelam setelah mandi...

Pembesuk Rina dan Harini Paling Banyak

PENDRIKAN KIDUL - Selama libur Hari Raya Idul Fitri, pengunjung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wanita Bulu Semarang membeludak. Bahkan, sejak Idul Fitri lalu...

More Articles Like This

- Advertisement -